Breaking News:

PILKADA KEPRI

Terungkap, Ini Poin Gugatan Pilkada Kepri Tim INSANI ke MK hingga Harapan ke Semua Pihak

Bakti Lubis menyebut, gugatan yang diajukan Tim INSANI ke MK menyangkut dua hal penting di Pilkada Kepri. Apa itu?

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN
Ketua Tim Pemenangan INSANI, Bakti Lubis. Ia menyampaikan poin gugatan Pilkada Kepri Tim INSANI ke MK 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Terungkap, ini poin gugatan Pilkada Kepri Tim INSANI (Isdianto-Suryani) ke MK (Mahkamah Konstitusi) hingga harapan ke semua pihak.

Diketahui lewat kuasa hukumnya, INSANI telah mendaftarkan gugatan Pilkada Kepri ke MK, Rabu (23/12/2020) lalu sekira pukul 19.16 wib.

Itu bertepatan hari terakhir pengajuan permohonan.

Tapi tahukan Anda, apa yang menjadi poin penting hingga Tim INSANI mengajukan gugatan Pilkada Kepri ke MK? 

Simak penjelasan dari Ketua Tim Pemenangan INSANI, Bakti Lubis.

Bakti menyebutkan, gugatan yang diajukan pihaknya ini menyangkut dua hal penting di Pilkada Kepri. Yakni kepentingan Pilkada Kepri dan bagaimana menata demokrasi di provinsi Kepri.

"Beberapa periode Pemilu, baik pemilihan Legislatif dan Kepala Daerah Batam selalu menjadi pelaksanaan Pemilu terburuk se Indonesia dan itu disampaikan secara nasional. Saat kita mengikuti memang benar dugaan kecurangan terjadi masif dan terstruktur," ujarnya, Jumat (25/12/2020).

Bakti juga menyebutkan, poin gugatan yang disampaikan pihaknya di Mahkamah Konsitusi ialah dugaan keterlibatan penyelenggara dari tingkatan TPS hingga penentu kebijakan Penyelenggara di tingkat daerah.

"Itu dasar kita melakukan gugatan," ujarnya.

Bakti yang merupakan Ketua Tim Pemenangan INSANI sekaligus Ketua DPD Hanura Kepri mengatakan, dugaan keterlibatan penyelenggara dalam Pilkada serentak ini dirasa sangat merugikan pihaknya.

Baca juga: Daftarkan Gugatan Pilkada Kepri ke MK, Tim INSANI Pakai Tiga Pengacara, Siapa Mereka?

"Hal itu kita lihat dari berbagai keberatan yang diajukan pada pleno kabupaten kota, tetapi tidak dapat diselesaikan di tingkat provinsi, mereka tetap memaksakan diri untuk mengambil keputusan," ujarnya.

Ketua tim INSANI itu juga menyayangkan bahwa setelah selesai pleno penetapan terlihat perhitungan menggunakan sirekap oleh KPU tidak disinkronkan dengan hasil penetapan yang telah diputuskan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved