Sabtu, 9 Mei 2026

Pengkaderan Teroris Jamaah Islamiyah, Diambil di Berbagai Ponpes dan Masuk Dalam 10 Besar

Jamaah Islamiyah mengambil pengkaderan dari sejumlah santri dari sejumlah Pondok Pesantren yang masuk Rangking 10 besar.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Ilustrasi - 23 terduga teroris Jaringan Jamaah Islamiyah (JI) menginjakan kaki di apron kargo Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (16/12/2020) siang. Pengusaha Biro Haji dan Umrah Ditangkap Densus 88 di Mojokerto, Sita Busur dan Anak Panah 

TRIBUNBATAM.id | JAKARTA - Polisi membongkar tempat pelatihan Jaringan terorsi Jamaah Islamiyah di berbagai tempat yang ada di Pulau Jawa.

Mereka mengkaderkan para anggotanya yakni mengambil dari sejumlah Pondok Pesantren.

Bahkan mereka yang terpilih adalah orang-orang yang memiliki kemampuan.

Seperti memiliki nilai ranvgking 1 sampai 10.

10 Besar ini nanti dilatih dan akan dijadikan pemimpin jaringan Teroris Jamaah Islamiyah

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar konferensi pers terkait terbongkarnya pusat latihan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Baca juga: SELAMA 2020, BPOM Kepri Tangani Lima Kasus Kosmetik dan Obat Tradisional Ilegal

Baca juga: DAFTAR Negara yang Telah Melakukan Vaksinasi Covid-19, Indonesia Kapan?

Baca juga: Mengenang Restoran Amigos, Tempat Pertama Covid-19 di Indonesia, Berawal Latin Night Guru Dansa

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono menyebut pihaknya sudah melihat kondisi pusat latihan yang ada di kawasan vila tersebut.

"Berkaitan dengan kegiatan di Semarang, pelatihan Jamaah Islamiyah, kemarin kita sudah turun ke lapangan, sudah melihat bagaimana lokasinya," ungkap Argo, Senin (28/12/2020) dikutip dari Kompas TV.

Argo menyebut kelompok teroris Jamaah Islamiyah ini diberi sejumlah pelatihan.

"Konsep pelatihan yang pertama adalah bela diri tangan kosong, kemudian melempar pisau, dan ketiga menggunakan senjata tajam, baik pedang maupun samurai," jelas Argo.

"JI diberi pelatihan bagaimana merakit bom dan cara melakukan penyergapan," imbuhnya.

Argo menyebut salah satu pelatih kelompok teroris Jamaah Islamiyah adalah Joko Priyono alias Karso.

"Sudah kita tahan, itu adalah pengajarnya bernama Joko alias Pak Karso," ujar Argo.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Sosok Berjaket Penyiram Cairan Keras ke Anak Gadis Guru Besar UGM, Ini Tampangnya

Baca juga: Pemain Sinetron Ikatan Cinta Mayang Yudittia Positif Corona: Hati Hancur Lebur Lihat Hasil Tes

Baca juga: Malam Tahun Baru 2021, Tak Ada Pesta Kembang Api di Montigo Resort Batam

Argo juga menyebut telah mengantongi belasan lokasi pelatihan Jemaah Islamiyah di Jawa Tengah.

Diketahui, Karso ditangkap pada 2019 dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Polri membongkar sasana atau pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved