Sabtu, 9 Mei 2026

Iskandar Bakar Diri Pakai 2 Botol Pertalite, Dia Terdiam Ketika Api Merambat ke Seluruh Tubuhnya

Secarik surat sempat dituliskan Iskandar (40) dan dititipkan kepada ustaz yang membimbingnya menjadi mualaf, sebelum mengakhiri hidup dengan cara memb

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Surya
Foto ilustrasi - Iskandar bakar diri dengan cara menyiramkan tubuhnya pakai pertalite 

TRIBUNBATAM.id | PONDOK AREN - Seorang Prai membakar dirinya dengan menggunakan dua botol Pertalite.

Saat api membakar tubuhnya, ia hanya diam tanpa merasakan rasa sakit.

Sampai orang-orang sekelilingnya datang untuk memadamkan api.

Namun nyawa Iskandar tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Secarik surat sempat dituliskan Iskandar (40) dan dititipkan kepada ustaz yang membimbingnya menjadi mualaf, sebelum mengakhiri hidup dengan cara membakar diri.

Baca juga: WASPADA! Inilah 5 Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Bareng Telur, Berdampak Fatal

Baca juga: Berkerumun saat Malam Tahun Baru, Warga Batam Langsung Bubar Begitu Didatangi Satgas Covid-19

Baca juga: Akhirnya, Puskesmas Benan Lingga Terdaftar di Kemenkes RI, Apa Kelebihannya?

Hal itu diungkapkan Agus (45), tetangga Iskandar yang satu seperguruan dalam urusan agama.

Tidak ada kata-kata tertentu. Surat satu paragraf itu hanya berisi alamat dan nama salah seorang ketua RW.

"Bang Udin Ketua RW 4, Bulak Wareng, Larangan Selatan, Larangan," tertulis pada secarik surat tertanda nama Iskandar.

Surat itu ditunjukkan Agus saat diwawancarai awak media di lokasi kejadian.

"Ada beberapa surat yang ditinggal sih. Kertas alamat, kalau sampai dia meninggal tuh nantinya tolong kasih tahu alamat ini," ujar Agus.

"Dikasih ke Pak Ustaz yang mualafin," tambahnya. 

Baca juga: Benevento vs AC Milan, Filippo Inzaghi: Ini Tak Normal Bagi Saya Jadi Lawan AC Milan 90 Menit

Baca juga: Mengenal Siti Rahmani Rauf, Penggagas Kalimat Populer Ini Budi, Ini Ibu Budi

Sepekan sebelum mengakhiri hidup, Iskandar juga sudah sering berpesan kepada teman-temannya untuk menjaga seorang istri dan anaknya.

"Memang sebelumnya, sama warga sudah bilang, mau nitip anaknya tolong dilihat-lihatin."

"Kan sering ke rumah dia bilang gitu. Tolong lihatin anak saya istri saya gitu," kata Agus. 

Atas dasar itu Agus menduga Iskandar sudah merencanakan untuk mengakhiri hidup. 

"Sudah dari semingguan lalu," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Iskandar mengakhiri hidup dengan cara membakar diri di gang Jalan Haji Senin, Parigi, Pondok Aren, Kamis (31/12/2020).

Menggunakan dua botol pertalite yang dibelinya sendiri di warung kelontong, Iskandar membakar dirinya sendiri. 

Tanpa teriak minta tolong, api menghanguskan dirinya hingga akhirnya warga sekitar memadamkan dengan menyiramkan air.

Meski sempat sadar setelah sijago merah padam, Iskandar akhirnya menghembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, AKP Sumiran, mengatakan, dugaan sementara penyebab bakar diri itu karena Iskandar depresi dengan masalah keuangannya.

"Diduga depresi, stres dia," ujar Sumiran.

"Dari info tetangganya sih karena faktor keuangan, masalah keuangan," tambahnya.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling,

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Gelagat Pria di Pondok Aren Seminggu Sebelum Bakar Diri, Titip Anak Istri ke Teman-temannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved