Kamis, 30 April 2026

Keberadaan Jack Ma Masih Misterius, Menghilang Usai Mengkritik Pemerintahan China

Usai melakukan kritik kerasa kepada pemerintah china, kini jakc Ma menghilang bak ditelan Bumi. Keberadaan Jakc Ma masih misterius dan kini hilang

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Ist
Boss Alibaba Jack Ma kini menghilang usai melakukan kritikan keras kepada pemerintah China. keberadaannyapun semakin misterius 

Absennya taipan e-commerce dari final yang dihelat pada November 2020 itu terjadi setelah dia berbicara dalam sebuah forum di Shanghai, 24 Oktober 2020.

Saat itu Jack Ma mengkritik bank di China beroperasi layaknya rumah gadai, karena harus memberikan jaminan terkait dengan kredit.

Presiden China, Xi Jinping
Presiden China, Xi Jinping (Instagram: @realxijinping)

Sementara itu, regulasi perbankan yang berlaku dinilainya menghambat inovasi dan harus direformasi guna mendorong ekonomi, seperti dikutip KompasTekno, Senin (16/11/2020).

Pria berusia 56 tahun itu juga menyerukan reformasi sistem yang menurutnya telah menghambat inovasi bisnis.

Dia menyamakan peraturan perbankan global dengan "klub orangtua".

2. Dr Li Wenliang

Mendiang Dr Li Wenliang merupakan salah satu dari sekelompok dokter di Wuhan yang mengunggah peringatan di media sosial, tentang penyebaran virus corona pada Desember 2019.

Dia mengirim pesan di media sosial kepada rekan-rekannya, memperingatkan adanya virus yang misterius.

Dr Li kemudian ditegur polisi karena dianggap menyebarkan kabar yang mengganggu ketenteraman sosial.

Dokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi.
Dokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi. (Weibo via BBC)

Dia diharuskan menandatangani persetujuan untuk tidak mengulanginya dan tidak melakukan tindakan lain yang melanggar hukum.

Kalau melanggar, dia akan dituntut.

Dr Li Wenliang kemudian menandatanganinya, dan kembali bekerja untuk menangani seorang pasien perempuan yang menderita glaukoma, tetapi dia tidak menyadari pasiennya itu mengidap virus corona.

Penularan pun terjadi antarmanusia.

Baca juga: Kisah Drone Berbahasa China Ditemukan Nelayan di Bintan, Warga Kaget Begitu Artinya Diungkap

Baca juga: Dulu Orang China-Indonesia Tinggalkan Indonesia Dan Pilih Paspor Belanda, Kini Kangen Indonesia

Keesokan harinya, Li mulai mengalami gejala batuk-batuk.

Orangtuanya juga mengeluhkan sakit dan dirawat di rumah sakit pada 20 Januari 2020, ketika Beijing mengumumkan darurat virus corona.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved