Breaking News:

BERITA PEMPROV KEPRI

Kabar Baik, Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Bakal Berlanjut, Ini Kata Isdianto

Gubernur Kepri Isdianto bilang, program pemutihan pajak kendaraan akan dilanjutkan, untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah tahun ini

TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Kabar Baik, Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Bakal Berlanjut. Foto Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto memberikan target kepada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri. Itu untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah dari Rp 944 miliar menjadi Rp 981 miliar pada 2021.

Isdianto menaikkan target pendapatan pajak daerah, setelah melihat kondisi tahun 2020 lalu, BP2RD mampu melewati target yang telah ditentukan.

"Dua tahun belakangan ini, target pajak kita selalu melebihi target. Tahun 2020 lalu, kita targetkan pajak daerah sebesar Rp 944 miliar. Tapi tidak tahunya melebihi target yaitu Rp 1,032 Triliun," ujar Isdianto, Kamis (7/1/2021).

Disampaikannya, untuk estimasi penerimaan pajak pada tahun 2021 ini, terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp 355,5 miliar, bea balik nama pajak kendaraan bermotor Rp 205,5 miliar.

Baca juga: Kebijakan Samsat Batuaji, Bisa Bayar Pajak Meski Belum Balik Nama STNK

Baca juga: Bebas Denda Pajak Motor segera Berakhir, Tapi Warga Sagulung Masih Enggan Bayar Pajak, Mengapa?

Kemudian pajak bahan bakar kendaraan bermotor Rp 294 miliar, pajak air permukaan Rp 950 juta dan pajak rokok Rp 125 miliar.

Isdianto juga telah menekankan agar BP2RD Kepri, segera melanjutkan program pemutihan pajak kendaraan untuk meningkatkan penerimaan pajak pada tahun ini.

"Saya sudah perintahkan ke Bu Reni (Kepala BP2RD) untuk segera melanjutkan program pemutihan pajak kendaraan.

Karena, program ini mampu mendorong peningkatan penerimaan pajak daerah, serta membuat masyarakat mudah dalam membayar pajak," kata Isdianto.

Namun, Isdianto menilai program ini hanya bisa berlaku jika angka penularan Covid-19 berkurang. Alasannya, untuk mencegah penularan COVID-19.

"Tentu kita lihat dulu kasus COVID-19. Kalau tinggi ya kita minta tunda dululah program ini. Karena, tidak ingin ada yang terjangkiti virus COVID-19," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved