Breaking News:

PM Singapura Lee Hsien Loong Menerima Dosis Pertama Vaksin Pfizer-BioNTech

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menerima dosis pertama vaksin Pfizer/BioNTech pada Jumat (8/1),sekaligus menjadi anggota pertama Kabinet..

Penulis: Lia Sisvita Dinatri | Editor: Lia Sisvita Dinatri
CHRISTOPHE ARCHAMBAULT / AFP
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menerima dosis pertama vaksin Pfizer/BioNTech pada Jumat (8/1), sekaligus menjadi anggota pertama Kabinet Singapura yang menggunakan vaksin Covid-19

Lee Hsien Loong, 68 tahun, menerima suntikan bersama dengan staf Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) pada peluncuran resmi vaksinasi untuk petugas kesehatan, Channel News Asia melaporkan, Jumat, (8/1/2021). 

Institusi kesehatan umum, termasuk rumah sakit dan poliklinik, akan memulai vaksinasi untuk staf mereka pada hari Jumat. SGH memperkirakan sekitar 90 karyawannya akan mendapatkan vaksinasi pada hari pertama. 

Peluncuran resmi dilakukan setelah uji coba skala kecil di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular Singapura, di mana 40 karyawan menerima suntikan mereka pada 30 Desember. 

PM Lee disuntik di lengan kanannya dan akan kembali disuntik dalam tiga minggu untuk dosis kedua, The Straits Times melaporkan. 

Vaksin Pfizer/BioNTech membutuhkan dua suntikan, diberikan sela 21 hari, dan semua yang divaksinasi akan diberikan kartu vaksinasi untuk mengingatkan mereka tentang suntikan lanjutan. 

Direktur layanan medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak, juga divaksinasi bersama PM Lee dan petugas kesehatan dari Rumah Sakit Umum Singapura (SGH). 

"Ini tidak menimbulkan rasa sakit, efektif dan penting," kata Lee, berbicara kepada wartawan setelah periode observasi 30 menit setelah suntikan selesai. "Saya berharap orang Singapura akan disuntik saat kami meluncurkannya." 

"Kita memiliki banyak vaksin yang didatangkan. Kita memesannya lebih awal, kita memiliki cukup untuk semua orang di Singapura, semua penduduk, semua warga negara dan bahkan bukan warga negara yang tinggal di sini."

"Jarumnya sangat bagus," tambah Lee dalam bahasa Mandarin. "Kalian hampir tidak bisa merasakannya saat masuk."

Baca juga: Pasca Kerusuhan Gedung Capitol, Akhirnya Donald Trump Akui Kekalahan dari Biden

Baca juga: Tidak Ada yang Tahu Nasib Jack Ma, Berbagai Spekulasi Muncul dan Berkembang

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved