BATAM TERKINI
Ayah Tendang Balita di Batam Hingga Kakinya Patah, Polisi: Proses Maksimal, Saya Juga Seorang Ayah
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan mengaku tidak tega melihat korban yang dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri
Penulis: Eko Setiawan | Editor: Eko Setiawan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Selama pemeriksaan di ruang penyidik Polresta Barelang, Marlina (19) ibu kandung dari Reky balita yang dianiaya sang ayah terus menangis.
Dirinya merasa menyesal selama ini tidak berani menceritakan kebiadapan suaminya kepada orang lain.
Selama ini dia pendam sendiri rasa sakit yang dialaminya akibat ulah Dwiki Alfandi (20) suaminya itu.
Sudahlah tidak memberikan nafkah kepada anak dan istrinya, Dwiki kerap main tangan.
Bahkan ketika dia marah selalu memukul anaknya yang masih balita.
Terakhir, sang anak ditendang ketika sedang terlelap tidur hingga mengalami patah tulang.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan membenarkan adanya penankapan tersebut.
Andri yang juga seorang bapak terlihat geram ketika awak media mengkonfirmasi berita tesebut.
Menurut Andri, apa yang dilakukan oleh pelaku memang sudah diluar kewajaran.
Ia berjanji akan melakukan pemeriksaan secara maksimal terhadap pelaku.
Termasuk memeriksa kejiwaannya. "Memang itu sudah diluar dugaan, saya sendiri tidak tega melihatnya. Saya juga punya anak, apa yang dilakukannya sungguh diluar akal sehat," sebut Andri membuka cerita kepada Tribunbatam.id, Selasa (12/1/2021).
Dari pemeriksaan sementara, ternyata penganiayaan terparah dilakukan sekitar 3 bulan lalu.
Pelaku mengetahui kalau kaki anaknaya patah. Namun pelaku melarang istrinya menceritakan kepada orang lain.
"Tahunya setelah penyidik melakukan Visum. Disana baru dia mengatakan kalau kaki anaknya patah setelah di tendangnya," sebut Andri lagi.
Pelaku dikenakan pasal perlindungan anak dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.
Anak tak diinginkan
Reky balita di Batam yang menjadi korban penganiayaan ayahnya mulai gemuk kembali setelah dirawat oleh sang nenek.
Diketahui, ketika menjadi korban kekerasan Dwiki Alfandi (20), Bayi Reky beratnya turun hingga 15 Kg.
Bahkan semua penyidik di Polresta Barelang meneteskan air mata melihat kondisi Reky hanya tinggal kulit pembalut tulang.
Ternyata kehadiran Reky tidak diinginkan oleh Dwiki sang ayah.
Menurutnya, itu bukanlah anak kandungnya alias bukan darah dagingnya.
Baca juga: Reky Balita di Batam Dianiaya Ayah Kandungnya, Kakinya Patah Lehernya Tak Bisa Menopang Kepala
Baca juga: Cekcok Rumah Tangga Berujung Penjara, Ayah Aniaya Anak Kandung Hingga Patah Tulang
Maka dari itu, dirinya tega menganiaya anak lelaki tersebut.
Berbeda dengan Marlina (20) ibu dari Reky, menurut Marlina itu adalah anak dari hubungan terlarangnya dengan Dwiki.
Malahan dia mau dilakukan tes DNA agar sang suami percaya kalau anak itu adalah anaknya.
"Saya mau saja disuruh tes DNA, kalau dia tak percaya kalau itu adalah anaknya," sebut Marlina lagi.
Akibat penganiayaan itu, korban kini harus menjalanu terapi pengobatan di rumah sakit.
Kaki Reky Patah
Satreskrim Polresta Barelang menangkap pelaku kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri di Batam.
Pelaku Berinisial Dwiki Alfandi (20) ditangkap dikawasan Batu Aji Batam setelah dilaporkan oleh istrinya ke Polilis.
Akibat perbuatannya tersebut, korban yang masih berumur Reki 1 tahun 7 bulan tersebut mengalami patah kaki hingga leher sang anak tidak bisa tegakan.
Cerita ini bermula ketika DAB dan Istirinya berinisial Marisa (19) bersitegang dalam masalah rumah tangga.
Baca juga: Polemik IPAL BP Batam, Pipa Dibongkar, Iyus: Kalau Masih Banjir, Itu Bukan Masalah Kami
Baca juga: Kisah Misgiman, Terkenang Kerja Ekstra Jadi Tukang Ojek Demi Bangun Rumah di Tanjungpinang
Baca juga: Habib Rizieq Shihab Batal Bebas, Hakim Tolak Gugatan Praperadilan
Marah dengan istrinya, Dwiki naik pitam dan menendang anaknya yang masih balita ketika sedang tertidur pulas.
Akibat tendangan dari sang ayah, balita tersebut mengalami patah tulang di paha bagian kanan.
"Saya awalnya marah dan emosi sama dia (istinya), dia bandel dan gak mau dibilangin. Saya emosi ke anak saya," sebut Dwiki, Selasa (12/1/2021)
Dikatakan Dwiki, dirinya merasa sangat menyesal saudah melakukan perbuatan tersebut.
Kini anaknya harus menjalani terapi di rumah sakit akibat kekerasan yang dialami sang ayah.
Sementara itu, Marisa ibu dari korban mengatakan kalau dirinya dengan suaminya selalu bertengkar.

Jika suaminya marah, dia tidak segan melakukan pemukulan terhadap istri bahkan anaknya.
"Kalau dia pukul saya, saya masih bisa tahan. Kalau ke anak saya, saya sempat lawan dia tapi. Tapi saya dipukul dia," lanjutnya.
Selama ini mengalami derita dalam rumah tangga, dirinya mengaku sering dipukul dan takut menceritakan kepada kedua orangtuanya.
Iapun memendam sendiri hingga dirinya muak dengan keadaan hidupnya.
Terlalu sering disakiti, Marlina akhirnya memberanikan diri kabur kerumah orangtuanya.
"Baru saya berani lapor ke orang tua, dan kemudian bikin laporan ke polisi," sebutnya.

Baca juga: Amanda Manopo Unfollow dan Hapus Foto dengan Billy Syahputra, Ada Hubungan dengan Aldebaran?
Baca juga: Ramalan Shio Hari Rabu 13 Januari 2021, Tikus Waspada, Naga Berpengaruh, Ular Ekstra Sabar
Memuncaknya yakni setelah sang anak mengalami patah tulang.
Selain itu, pungung anaknya digigit hingga sang anak tidak bisa menopang kepalanya sendiri.
"Sudah 1 tahun 7 bulan anak saya tidak bisa menopang kepalanya sendiri karena ulah suaminya," sebutnya.
Sejauh ini kasus tersebut masih ditangani oleh penyidik PPA Polresta Barelang. (koe)