'Alhamdulliah, Ini Orangnya, Yes' Gabungan Polres Pinang-Barelang dan Polda Kepri Ringkus Pembunuh
E alias RS, pelaku tunggal pembunuhan wanita bernama Reni di Tanjungpinang berhasil diringkus polisi di Kota Batam, Kamis (14/1/2021) malam
TRIBUNBATAM.id - 'Alhamdulliah, Ini Orangnya, Yes' Gabungan Polres Pinang-Barelang dan Polda Kepri Ringkus Pembunuh.
E alias RS, pelaku tunggal pembunuhan wanita bernama Reni di Tanjungpinang berhasil diringkus polisi di Kota Batam, Kamis (14/1/2021) malam.
Dari kawasan Jodoh, pelaku lalu dibawa ke Polsek Lubuk Baja sebelum digiring ke Polres Tanjungpinang.
Penangkapan pelaku dilakukan tim gabungan Polre Tanjungpinang, Polresta Barelang dan Polda Kepri.
Saat penangkapan pelaku terlihat bingung ketika Tim Buser datang ke tempat persembunyiannya.
Baca juga: TAMPANG Ketakutan Pembunuh Reni Diringkus Polisi di Batam, Lari dari Pinang Jual HP Korban ke Jodoh
Baca juga: Anakku, Kenapa Bisa Begitu Ya Allah, Reni (30) Terbujur Kaku di Kamar, Ada Bercak Darah!
Baca juga: 20 Tahun Tak Terungkap, Eks Penyidik Kasus Pembunuhan 1 Keluarga; DNA Pelaku Asia Timur-Eropa
Bahkan seorang polisi teriak kata "Alhamdulliah" ketika melihat wajah pelaku.
"Alhamdulliah, ini orangnya, yes..yes," teriak seorang polisi saat penangkapan pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, pelaku diamankan Kamis malam ini di Pasar Induk Jodoh.
Di sana pelaku menjual ponsel dan laptop pelaku di Pasar jodoh.
Baca juga: Sudah 20 Tahun, Kasus Pembunuhan 1 Keluarga Ini Belum Terpecahkan, Padahal Ada Sidik Jari dan DNA
Baca juga: Misteri Pembunuhan 1 Keluarga di Tokyo, 20 Tahun Tak Terpecahkan Meski Ada Sidik Jari
"Setelah kita selidiki pelaku menjual HP korban di pasar seken Jodoh," jelas Arie.
Di sana, plaku menjual HP merek merek Oppo A92 warna hitam dan sebuah laptop kepada salah satu penjual.
Namun penjual pertama yang ia datangi berinisial AS sempat menanyakan kelengkapan.
Tetapi dengan alasan yang disusun sedemikian rupa oleh pelaku, akhirnya penjual ponsel seken hanya membeli HP Oppo yang ditawarkan pelaku.
"HP dan laptop itu di jual masing-masing Rp 700 ribu per unit," ujar Arie.
Sebelum menjual HP kepada AS, pelaku E terlebih dahulu menawarkan hp kepada penjual lainnya.
"Tetapi karena tidak memiliki penjual itu menawarkan agar pelaku menjual kepada AS," ujar Arie.
Baca juga: Polisi Jerat Pelaku Penikaman Mandor di Batam dengan Pasal Pembunuhan Berencana
Baca juga: Mandor Korban Pembunuhan di Batam Dikenal Baik, Sering Belikan Rokok Anggota Walau Tak Punya Uang
Baca juga: BREAKINGNEWS, Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan di Batam, Kini Diperiksa di Polda Kepri
Tim Jatanras gabungan Polda Kepri, Polresta Barelang, Polres Tanjupinang langsung yang telah mendapatkan keterangan dari para saksi langsung memburu pelaku tersebut.
"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pengecekan CCTV di pelabuhan Punggur dan SBP Tanjungpinang bahwa pelaku berada di Batam, tim langsung melakukan mepping dan profiling keberadaan pelaku," jelasnya
Arie menjelaskan tim gabungan yang telah mendapatkan identitas dan ciri ciri pelaku langsung berkoordinasi, dengan pihak terkait seperti bandara dan pelabuhan agar pelaku tidak melarikan diri lagi ke luar daerah.
Baca juga: BREAKINGNEWS, Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan di Batam, Kini Diperiksa di Polda Kepri
Baca juga: Polisi yang Pernah Bongkar Misteri Pembunuhan Hakim Jamaluddin Ungkap Senjata Api Laskar FPI HRS
Pelaku Pembunuhan Reni diamanakan sekitar pukul 21: 45 WIB di sekitar kawasan pasar jodoh lubuk baja kota Batam.
Kronologi penemuan mayat
Seorang wanita ditemukan sudah jadi mayat di kawasan Kilometer 8, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang.
Di rumah sewa Jalan WR Supratman itu ia tinggal sendiri.
Perempuan itu bernama Reni (30) dan memiliki empat orang anak.
Baca juga: Nenek-nenek Tewas Usai Dirudapaksa, Noda di Celana hingga Tangan Terikat
Hal ini disampaikan Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Firuddin.
"Sementara identitas korban bernama Reni, dan tinggal di sini sendiri. Kalau anaknya tinggal sama orang tuanya di Kijang, Bintan," ujarnya, Selasa (12/1/2021).
Kapolsek Tanjungpinang Timur itu belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.
"Kita masih menunggu Inafis Polres Tanjungpinang.
Kita menunggu dulu.
Memang ada ditemukan bercak darah di bawah pintu kamarnya," ujarnya.
Baca juga: Anak Tembak Ibu di Meja Makan Lalu Menari, Sebelum Tewas: Engkau Coba Membunuhku dan Aku Mencintaimu
Baca juga: Rencanakan Nikah Bulan Depan, Anggota DPRD Ditemukan Tewas Dengan Leher Terikat Selang
Sementara itu, Rukun Tetangga (RT) 001 di kawasan tersebut, Budi menyampaikan, awalnya ia mendapat kabar ada penemuan mayat dari warganya.
"Jadi saya dikabari warga kalau ada menemukan mayat perempuan.
Makanya ke sini," ucapnya.
Disampaikan, saat itu warga telah mencoba menghubungi perempuan tersebut beberapa kali.
Namun tak kunjung mendapat tanggapan.
"Katanya sudah 30 menit dipanggil-panggil tak nyahut.
Ditelepon tak ada respons.
Makanya warga berinisiatif melihat langsung, dan kaget, saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal," ucapnya.
Ditemukan terbaring dalam kamar
Diberitakan, perempuan yang ditemukan tak bernyawa di dalam rumah di kawasan Kilometer 8, Tanjungpinang, diketahui bernama Reni.
Baca juga: Janda Nginap Dengan 2 Pria di kamar Hotel, Anehnya Tewas Setelah Ditemui Pria Ketiga Tak Dikenal
Baca juga: DUKA MALAM TAHUN BARU, Pramugari Tewas di Bak Mandi, 11 Orang Ditetapkan Tersangka
Saat ditemukan warga, posisi mayat perempuan ini berada di dalam kamar, di lantai dua rumah tersebut. Posisi kamarnya tepat di depan tangga.
Dari pantauan Tribunbatam.id, mayat perempuan ini ditemukan dalam posisi terbaring, dengan selimut warna pink bergambar menutupi seluruh tubuhnya.
Hanya saja rambutnya masih terlihat.
Kondisi di dalam kamar berantakan.
Sementara di bawah pintu kamar, terlihat bercak darah.
Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Firuddin yang juga turun di lokasi belum bisa berkomentar banyak.
Ia mengatakan, anggotanya masih melakukan penyelidikan.
"Kalau kejadiannya benar, ada perempuan yang ditemukan tewas.
Apa penyebabnya, kita belum bisa komentar, anggota masih bekerja," ujarnya, Selasa (12/1/2021).
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi telah memasang police line.
Mulai dari kamar perempuan itu sampai di depan pintu masuk rumah.
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
(TRIBUNBATAM.id/ Alamudin Hamapu/ Endra Kaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1401_pembunuhan-tanjungpinang.jpg)