HUMAN INTEREST
Kisah Evie Sulap Kerang Jadi Cendera Mata Bernilai Ekonomis hingga Dilirik Negeri Jiran
Evie bilang untuk membuat satu cendera mata dari bahan kerang membutuhkan waktu yang berbeda-beda dan tergantung tingkat kerumitannya
"Tidak etis menyebutkan nominal. Alhamdulillah cukup untuk membayar gaji karyawan, membeli bahan baku dan biaya-biaya lainnya," katanya.
Evie menambahkan selama produksi karyanya, ia tidak pernah memiliki konsep atau desain. Semua produk dikerjakan sesuai ide yang muncul begitu saja.
"Seringnya, saya harus bongkar pasang karena tidak sesuai yang diinginkan. Detail produk juga harus rapi, sehingga itu bisa menjadi daya tarik bagi pembeli, dan bisa menambah nilai dari produk yang dihasilkan," tuturnya.
Sampai saat ini, ia sudah memproduksi ribuan kerajinan hasil belajarnya secara autodidak. Awalnya ia mengaku kesulitan memasarkan kerajinan khas Batam ini.
Namun karena memiliki detail produk dan yang tidak dimiliki perajin lain, perlahan hasil tangannya mulai dilirik. Bahkan, perlahan ia mulai mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepri, pusat hingga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Walau begitu, Evie tak pelit ilmu. Ia kerap membagikan ilmunya kepada pelaku UKM lain. Dengan harapan mereka bisa memiliki karya dari hasil kekayaaan yang dimiliki daerah sendiri.
"Sebelum pandemi covid-19, sudah ada beberapa negara yang mengkonfirmasi untuk datang dan belajar membuat kerajinan bersama saya. Namun kunjungan mereka dibatalkan karena pandemi," katanya.
Beberapa daerah yang merupakan penggiat UKM juga tidak bisa datang karena adanya pembatasan perjalanan. Meskipun sudah dibuka kembali, namun sepertinya tidak memungkinkan mereka berkunjung dan belajar di sini.
Untuk memasarkan hasil karyanya, Evie menggunakan media sosial. Dunia maya menjadi tempat untuk memperkenalkan produknya hingga ke luar.
Sehingga mempermudah pengenalan dan promosi produk yang menjadi salah satu kebanggaan Batam tersebut. Aneka kerajinan tangan dari bahan kerang ini bisa dilihat di instagram rumah kreatif bunda Evie.
"Biasanya setiap kunjungan itu saya tanya juga dari mana tahu soal galeri ini. Mereka pada jawab dari postingan rekan, sahabat dan teman-teman.
Media sosial sangat membantu untuk pemasaran dan pengenalan produk kerajinan kerang ini lebih luas," tuturnya.
Bahkan, hasil kerajinan ini juga sering dipesan designer terkenal Indonesia. Seperti produk tas dengan balutan batik ikan marlin dan ditambah hiasan kerang, menjadi salah satu produk yang dipesan untuk mendukung pagelaran busana.
"Sudah langganan juga, biasanya mereka telepon minta dibuatkan produk dari kerang. Nanti desain mereka yang kirim. Untuk proses menjahit bisanya saya upah lagi ke tukang jahit, untuk kerang baru dikerjakan sendiri," katanya.
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1601perajin-kerang-di-batam-evie.jpg)