Sabtu, 11 April 2026

HUMAN INTEREST

Kisah Evie Sulap Kerang Jadi Cendera Mata Bernilai Ekonomis hingga Dilirik Negeri Jiran

Evie bilang untuk membuat satu cendera mata dari bahan kerang membutuhkan waktu yang berbeda-beda dan tergantung tingkat kerumitannya

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Kisah Evie sulap kerang jadi cendera mata bernilai ekonomis hingga dilirik negeri jiran. Foto perajin kerang Evie dan barang kerajinan tangannya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bukan hanya dikenal sebagai kota industri, Batam terdiri dari banyak pulau dan memiliki kekayaan laut yang diolah menjadi barang berharga.

Seperti yang dilakukan Elviana R Anie Bs, seorang perajin kerang yang tinggal di Kelurahan Tiban, Kecamatan Sekupang, Batam.

Di tangannya, ia mampu mengubah limbah menjadi rupiah.

Wanita yang akrab disapa Bunda Evie ini bekerja sama dengan nelayan pesisir mengumpulkan ribuan kerang.

Selanjutnya disulap menjadi kerajinan tangan bernilai jual tinggi.

Baca juga: Program Kerang Mutiara di Anambas, DP3 Cari Investor, Ini Tujuannya

Baca juga: Wow, Program Kerang Mutiara di Anambas sudah Menghasilkan 400 Butir Mutiara

Begitu kaki melangkah masuk ke galeri milik Evie, pengunjung langsung disambut ratusan kerajinan kerang yang siap dijual.

Kerajinan tangan itu dipajang di sepanjang dinding galeri, tertata rapi dan menggoda setiap pengunjung untuk memilikinya.

Sementara di pojok galeri, tampak Evie tengah duduk santai bersama sang suami.

Ia bangkit dari kursi dan menyambut hangat penulis yang tengah melihat hasil karyanya.

Evie bercerita, sebelum bisnis buat kerajinan tangan dari kerang, ia pernah mencoba beberapa kerajinan lain.

Seperti melukis sepatu, sarung bantal hingga sofa. Namun karena dianggap tidak memiliki ciri khas, ia berhenti dan mencoba mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di Pulau Batam.

Hingga kemudian lahirlah ide Rumah Kreatif Evie yang sekarang memproduksi kerajinan tangan berbahan kerang.

"Batam merupakan daerah kepulauan, sudah pasti kaya akan hasil lautnya. Selain itu Batam memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain yaitu gonggong.

Gonggong ini sejenis kerang yang hanya bisa ditemui di Batam dan Kepulauan Riau. Hal inilah yang menjadi awal berdirinya bisnis ini," ujar perempuan asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini.

Untuk mendapatkan limbah kerang berkualitas ternyata cukup sulit. Evie bahkan harus turun tangan sendiri, mengunjungi beberapa pantai dan bertemu dengan nelayan setempat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved