PENANGANAN COVID
Vaksinasi Corona di Batam Sentuh Hinterland, Polsek Galang Kawal Nakes Puskesmas Divaksin
Vaksinasi Corona di Batam sentuh Hinterland. Polsek Galang ambil bagian saat pelaksanaan vaksinasi ke sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Galang.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
Di panggung Engku Putri, Batam Center, telah disediakan empat meja, yakni meja registrasi, meja screening dan meja observasi.
Peserta vaksinasi yang seluruhnya berjumlah 20 orang.
Satu per satu akan mendatangi meja pertama untuk melakukan registrasi.

Di meja registrasi, e-card atau kartu vaksin akan diperiksa dan didaftarkan dalam database vaksinasi. Setelah mendaftar, peserta akan melanjutkan ke meja screening.
Meja screening dipersiapkan untuk memeriksa kesehatan peserta vaksinasi.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan berupa pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan gejala Covid-19, serta pemeriksaan penyakit bawaan.
"Peserta dengan penyakit jantung, diabetes, hipertensi atau alergi berat akan kami eksklusikan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi dalam sambutannya di acara Pencanangan Vaksinasi Covid-19.
Setelah lolos screening kesehatan, peserta akan langsung divaksin di meja vaksinasi. Kali ini, kemasan vaksin Sinovac berbentuk vial atau botol kecil berisi 1/2 cc.
Didi menambahkan, peserta vaksin jangan takut disuntik, karena jarum yang digunakan kecil, yakni berkapasitas 1 cc saja.

Apabila vaksinasi telah selesai, maka peserta dapat melanjutkan ke meja observasi.
Meja observasi disediakan untuk memantau kondisi fisik peserta pasca vaksinasi, apakah terdapat gejala alergi atau efek samping.
"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada ditemukan gejala alergi yang berat. Paling efeknya adalah nyeri di tempat suntikan (lengan kiri), atau meriang saja," jelas Didi Kusmarjadi.
Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengimbau masyarakat agar tidak perlu ragu menjalani vaksinasi.
Kendati skema pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat Kota Batam masih panjang, namun Didi meyakinkan bahwa vaksin Sinovac yang dipergunakan saat ini memenuhi standar World Health Organization.
"Masyarakat jangan ragu, karena vaksin ini sudah dinyatakan halal, dan efikasinya sudah 66 persen lebih, melebihi standar WHO," ujar Didi, Jumat (15/1/2021).