HUMAN INTEREST

Kisah Fatmah, Habiskan Masa Tua dengan Bekerja di Kebun Miliknya: Anak sudah Sering Larang

Fatmah menghabiskan masa tuanya dengan membersihkan kebun miliknya di dekat hutan Desa Pelakak Lingga. Fatmah tak mau hanya berdiam diri di rumah

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Fatmah, yang biasa disapa Nenek Atul, kini sudah tidak sanggup berdiri. Namun ia masih semangat bekerja membersihkan kebunnya di Hutan Desa Pelakak, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Di usianya yang tak lagi muda, Fatmah, warga di Desa Pelakak, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau memiliki semangat kuat untuk tetap bekerja.

Usia Fatmah sudah lebih dari 80 tahun. Namun perempuan ini masih rutin bekerja di kebunnya, dekat hutan Desa Pelakak.

Hutan itu letaknya di samping jalan raya, berjarak sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga.

Tugasnya, bersih-bersih kebun.

Ya, di masa tuanya kini, Fatmah yang sering disapa Nenek Atul, tidak mau hanya berdiam diri di rumah. Makanya ia tetap bekerja, dan itu dilakukannya atas dasar suka.

Baca juga: Kisah Syahrial, Kakek 70 Tahun Bertahan Hidup Jadi Tukang Sol Sepatu di Tanjungpinang

Baca juga: Kisah Eka Tinggalkan Jerman Kini Jadi WNI, Sempat Luntang lantung di Batam Tak Ada Uang

"Anak sudah sering tak kasih kerja, cuma nenek saja yang ngotot kerja. Nenek suka saja bersih-bersih kebun ini," ucapnya kepada TribunBatam.id baru-baru ini.

Sebenarnya, kondisi Fatmah tak begitu sehat. Kakinya sakit dan ia sudah tak sanggup berjalan dengan posisi berdiri.

Syukurnya ia masih mempunyai pendengaran yang baik.

Lalu bagaimana dengan cara Fatmah bekerja?

Sepanjang pekerjaannya, ia hanya berjalan duduk sambil memegang parang dan memotong dahan-dahan atau kayu kering yang berserakan di kebun miliknya itu.

"Nenek tak sanggup lagi berdiri. Kalau ada tongkat Insyaallah sangguplah. Jadi nenek jalan duduk saja seperti ini," ucapnya.

Saat ini Fatmah tinggal bersama anak, menantu beserta cucunya. Sedangkan suaminya telah lama meninggal dunia. Kini hanya ia yang mengurusi kebun.

"Kemarin di sini masih ramai orang kerja kebun, potong karet, tapi sekarang sudah enggak ada lagi. Tinggal nenek sendiri," ucap Fatmah.

Dari pantauan TribunBatam.id, di kebuh milik Fatmah sudah ada sebuah pondok kayu yang menjadi tempat istirahatnya. Di pondok itu tersedia alat-alat masak, beras, dan beberapa barang yang dibutuhkan.

"Biasanya nenek tiap hari peri ke kebun pagi atau pergi siang. Masak nasi di sini. Pulangnya sore dijemput sama anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved