Kamis, 4 Juni 2026

Belajar Tatap Muka di Tanjungpinang Ditunda, Empat Tenaga Pendidik Positif Covid-19

Dari 28 tenaga pendidik di Tanjungpinang, hasil swab 21 di antaranya telah keluar, didapat hasil empat di antaranya positif Covid-19

Tayang:
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Belajar tatap muka di Tanjungpinang ditunda, empat tenaga pendidik positif Covid-19. Foto Sekretaris Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Muhammad Yasir 

"Anggaran untuk pelaksanaan ini sekitar Rp 200 juta lebihlah," ungkapnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan SE Wali Kota Tanjungpinang per tanggal 30 Desember lalu, pihaknya akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memastikan terselenggaranya belajar tatap muka bagi 15 sekolah yang telah disetujui.

"Berdasarkan pertimbangan yang ada, kita yakin untuk melaksanakan ini. Hanya kita tidak ingin ceroboh dan gegabah membuka seluruh sekolah yang nantinya berdampak kepada klaster baru.

Ke depan kita akan lihat situasi dan kondisi perkembangan. Jika dirasa aman akan kita buka secara bertahap," ucapnya.

Tiap-tiap sekolah yang akan melaksanakan belajar tatap muka, lanjutnya, telah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan secara lengkap dan memadai.

"Kita sudah sosialisasikan Standar Operasional Prosedure (SOP) ke tiap-tiap sekolah.

Nantinya fasilitas yang harus dipenuhi mulai dari hand sanitizer, tempat pencucian tangan dengan sabun, penyemprot disinfektan, thermo gun, dan petunjuk 3 M tentunya," kata Yasir.

Senada, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 010 Bukit Bestari menyebutkan skema pembelajaran di sekolahnya nanti tetap mengedepankan protokol kesehatan berdasarkan SOP dari Disdik Tanjungpinang.

"Kita dari pihak sekolah, komite dan wali murid telah setuju dan mendukung adanya pembelajaran tatap muka, fasilitas prokes pun telah kita dukung dan penuhi tentunya," terang Samsu.

Terkait jumlah murid dan skema pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Samsu mengatakan, terdapat 105 murid yang nantinya akan dibagi 2 kelompok selama enam hari pembelajaran, untuk 6 ruangan kelas.

"Lebih kurang 50 murid regu pertama akan masuk di hari Senin, Rabu, Jumat dan regu kedua Selasa, Kamis, Sabtu.

Satu mata pelajaran nantinya akan berlansung lebih kurang 20 menit sehingga jam pulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB.

Kantin juga kita pastikan tutup sementara, kepada siswa kita anjurkan untuk membawa makanan dari rumah," ujarnya.

Samsu mengaku, pihaknya telah menyiapkan dan memiliki tim pengawas jalannya pembelajaran tatap muka di era pandemi covid-19 ini.

"Tiap-tiap sekolah nantinya dianjurkan harus ada tim pelaksana pengawasan protkes dari awal masuk sampai pulang," ujarnya.

Lilis Sundari, seorang guru yang diwawancarai pewarta, juga mendukung penuh adanya kebijakan pembelajaran tatap muka di Tanjungpinang.

Dukungan juga datang hampir dari setiap wali kelas murid di tempatnya mengajar.

"Meski dengan protokol kesehatan, kita sudah pasti setuju mas," ucapnya singkat

Ditanya apakah mengalami kendala selama proses pembelajaran daring ?

"Jujur kita sebagai guru sudah pasti banyak menjumpai kendala.

Mulai dari tidak memiliki gadget atau hp android, ada yang tidak memiliki kuota. Ada juga orang tua yang mohon maaf kurang melek terhadap teknologi," jelasnya.

Meski begitu, Lilis mengatakan tetap mengupayakan mengajar murid-muridnya semaksimal mungkin agar tetap dapat mengikuti pembelajaran.

"Kadang saya juga lakukan proses pembelajaran lewat hp senter mas. Bayangin saja belajar melalui android saja terkadang sulit bagaimana melalui pesan sms," katanya.

Kini dengan akan dibukanya pembelajaran tatap muka di Tanjungpinang, Lilis berharap dapat berjalan dengan lancar dan baik sampai seterusnya.

(tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved