Jumat, 17 April 2026

Belajar Tatap Muka di Tanjungpinang Ditunda, Empat Tenaga Pendidik Positif Covid-19

Dari 28 tenaga pendidik di Tanjungpinang, hasil swab 21 di antaranya telah keluar, didapat hasil empat di antaranya positif Covid-19

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Belajar tatap muka di Tanjungpinang ditunda, empat tenaga pendidik positif Covid-19. Foto Sekretaris Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Muhammad Yasir 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tiga guru dan seorang pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) di Tanjungpinang terkonfirmasi positif Covid-19.

Semula, keempat orang itu bersama ratusan orang lainnya mengikuti rapid test Covid-19 yang digelar Disdik.

Rapid test tersebut dilakukan menyusul rencana akan dimulainya belajar tatap muka di Tanjungpinang pada 18 Januari lalu.

Namun dari hasil rapid test itu, ternyata ada 28 orang yang dinyatakan reaktif rapid test Covid-19.

"Sebelumnya kami sampaikan 27 yang reaktif, ternyata dari 241 yang ikut datanya, ada 28 tenaga pendidik, pengawas dan guru yang reaktif. Artinya nambah 1 orang," ucap Sekretaris Disdik Tanjungpinang, Yasir kepada Tribunbatam.id di kantornya, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Disdik Tanjungpinang Tunda Belajar Tatap Muka di Sekolah, 27 Guru Reaktif Rapid Test Covid

Selanjutnya, terhadap 28 orang itu dilakukan swab test, dan didapat hasil sementara ada empat orang yang positif Covid-19.

"Hasilnya memang belum semua. Data sementara sudah keluar untuk 21 orang. Ada tiga guru dan satu dari Disdik yang positif," sebutnya.

Empat orang itu, di antaranya seorang guru SMP Negeri 9 Tanjungpinang, satu orang guru di SD Negeri 013 Bukit Bestari, dan satu orang guru di SD Negeri 012 Tanjungpinang, serta seorang pengawas Disdik Tanjungpinang.

Yasir mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya penanganan intensif keempat orang itu kepada Dinas Kesehatan agar segera pulih dan bergabung kembali mengajar.

"Dinas Kesehatan sendiri nantinya yang akan menentukan apakah akan diisolasi mandiri, atau diisolasi di rumah sakit. Kemudian tentu nantinya akan dilakukan tracing ke sejumlah orang-orang yang sebelumnya berdekatan dengan pasien," terangnya.

Lebih lanjut, Yasir menyampaikan, Disdik Tanjungpinang belum bisa memastikan kapan proses belajar tatap muka di Tanjungpinang kembali digelar. Sebab pihaknya masih menunggu hasil swab test dari tujuh orang lagi.

"Tentu kita akan lebih berhati-hati dan tidak gegabah. Keselamatan, kesehatan warga sekolah menjadi prioritas utama," jelasnya.

Sembari menunggu, pihaknya akan memeriksa sekolah yang masih minim fasilitas penerapan protokol kesehatannya.

"Kita minta ada imbauan-imbauan kesehatan dalam bentuk banner agar dapat dilihat dan diikuti oleh warga sekolah, serta jalur masuk dan keluar sekolah dibuatkan agar tidak lagi menimbulkan klaster baru Covid-19," imbaunya.

27 Guru Reaktif 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved