Breaking News:

PILKADA KARIMUN

Sidang Perdana Sengketa Pilkada Karimun di MK, Ini 5 Tuntutan Iskandarsyah-Anwar Abubakar

Kuasa Hukum Iskandarsyah-Anwar Abubakar, Saut Maruli Tua Manik menyampaikan lima tuntutan ke majelis hakim MK terkait sengketa pilkada Karimun

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Sidang Perdana Sengketa Pilkada Karimun di MK, Ini 5 Tuntutan Iskandarsyah-Anwar Abubakar. Foto Paslon Pilkada Karimun Iskandarsyah dan Anwar Abubakar saat menggunakan hak pilihnya di TPS 006 Teluk Air, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (9/12/2020). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Sidang perdana sengketa Pilkada Karimun di Mahkamah Konstitusi (MK) RI digelar Kamis (28/1/2021).

Agenda sidang perdana saat itu, yakni pemeriksaan pendahuluan untuk permohonan perselisihan hasil Pilkada 2020 yang dimohonkan pasangan calon (paslon) 02, Iskandarsyah-Anwar Abubakar.

Sidang dihadiri Kuasa Hukum paslon Iskandarsyah-Anwar Abubakar, Saut Maruli Tua Manik, pihak KPU Karimun, Eko Purwandoko bersama kuasa hukum, Eko Pradana Putra.

Selanjutnya pihak Bawaslu Karimun Nurhidayat dan Tiur Rida Silitonga beserta anggota Bawaslu yang mengikuti melalui daring.

Kuasa Hukum Iskandarsyah-Anwar Abubakar, Saut Maruli Tua Manik menyampaikan gugatan sebagai pertimbangan dalam perkara dengan termohon KPU Karimun.

Baca juga: Sidang Perdana Sengketa Pilkada Kepri di MK, Kuasa Hukum INSANI Ungkap Pertanyaan Hakim

Baca juga: Sidang MK Hasil Pemilihan Bupati Karimun 2020, Aunur Rafiq vs Iskandarsyah Beda 86 Suara

Disampaikan di antaranya, pihak termohon KPU Karimun berserta jajarannya, dianggap dengan sengaja mengalihkan surat suara pemilih disabilitas yang menggunakan hak pilih. Itu untuk memenangkan pasangan calon petahana nomor urut 01 Aunur Rafiq-Anwar Hasyim.

"Dianggap penambahan suara terjadi di beberapa Kecamatan seperti Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan Kundur Barat, Kecamatan Buru, dan Kecamatan Durai. Dari 26 Tempat Pemungutan Suara (TPS) terjadi penambahan surat suara disabilitas," ucap Saut Maruli Tua Manik.

Kemudian adanya dugaan TSM (Terstruktur, Sistematis, Masif), menggunakan wewenang program dan kegiatan dengan cara pemanfaatan bantuan hibah bersumber dari APBD Karimun, berhubungan dengan pandemi Covid-19 menjelang pilkada.

"Adanya kelebihan surat suara siluman di TPS yang terjadi di TPS 05 dan TPS 08 Teluk Air Kecamatan Karimun," ujarnya.

Ia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah Karimun dalam memenangkan Paslon 01.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved