HUMAN INTEREST

PENGABDIAN Maiyatun, 32 Tahun Jadi Guru di Belakang Padang, 'Saya Bangga Jadi Guru'

Pengabdian Maiyatun menjadi guru di Belakang Padang, Kota Batam memang tak mudah. suka duka menjadi guru hinterland pun ia alami. Berikut kisahnya.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
PENGABDIAN Maiyatun, 32 Tahun Jadi Guru di Belakang Padang. Foto Maiyatun di SMPN 1 Batam Kecamatan Belakang Padang. 

Ia sangat mencintai profesinya itu. Maiyatun pun mengajak berkeliling sambil memperlihatkan proses belajar tatap muka di sekolah itu.

Pemko Batam memang memperbolehkan sejumlah sekolah yang berlokasi di hinterland seperti Balakang Padang ini untuk belajar tatap muka.

"Sesuai aturan pemerintah, sekolah di pulau terluar sudah boleh tatap muka.

Nah, lihat kami sudah menerapkannya dan Alhamdullillah berjalan ketat dengan protokol kesehatan," ucapnya.

Sembari berjalan mengitari sekolah SMPN 1 Batam di Belakang Padang yang memiliki bangunan diatas bukit, Maiyatun yang telah memiliki cucu ini melanjutkan pengalamannya.

Ia tampak ceria, meski sedikit lisannya sedikit kaku.

Ia mengaku jarang diwawancara oleh jurnalis. Apalagi mengenai kisah hidupnya.

Meski demikian, ia mengaku bangga dengan profesinya saat ini.

Kegiatan belajar tatap muka di SD Negeri 003 Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (4/1/2021)
Kegiatan belajar tatap muka di SD Negeri 003 Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (4/1/2021) (tribunbatam.id/Istimewa)

Yang ia tahu, ia harus mengajar dan memberikan motivasi bagi anak anak warga pulau, sekaligus tempat kelahirannya.

Tak sedikit anak didik Maiyatun kala itu yang saat ini telah sukses dan menjadi pejabat. Namun dia tak terlalu ingat lagi nama namanya.

"Pastilah sudah banyak, dulu di Batam termasuk di Kepri ini hanya ada beberapa sekolah.

Apalagi dulu pusat awal Kota Batam adanya di Belakang Padang, sekolah sekolah yang ada di Batam saat ini, itu belum ada dulu.

Sekolah SMA pun belum ada, jadi kalau mau lanjut SMA harus ke Tanjungpinang karena jenjang SMA cuman ada disana kala itu," kata Maiyatun.

Maiyatun menceritakan singkat kepuasannya mengajar di SMPN 1 Batam di Belakang Padang yang lantaran yang anak anak yang dia didik merupakan putra putri kampung kelahiran dia sendiri.

"Saya kenal dengan mereka semua, anak si anu, si itu. Rumahnya disana, ibunya pun saya kenal.

PGRI Cabang Batu Ampar menggelar konferensi VI PGRI Cabang Batu Ampar Batam dan memilih ketua serta pengurus lainnya.
PGRI Cabang Batu Ampar menggelar konferensi VI PGRI Cabang Batu Ampar Batam dan memilih ketua serta pengurus lainnya. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)
Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved