HUMAN INTEREST
PENGABDIAN Maiyatun, 32 Tahun Jadi Guru di Belakang Padang, 'Saya Bangga Jadi Guru'
Pengabdian Maiyatun menjadi guru di Belakang Padang, Kota Batam memang tak mudah. suka duka menjadi guru hinterland pun ia alami. Berikut kisahnya.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Guru pahlawan tanpa tanda jasa.
Ungkapan ini mungkin tepat ketika melihat apa yang dilakukan oleh Maiyatun.
Wanita yang lahir di Belakang Padang 1962 silam ini sudah 32 tahun mengabdi menjadi guru.
Lokasinya pun di kampung halamannya sendiri, tepatnya di SMPN 1 Batam di Kecamatan Belakang Padang.
Meski usianya tak muda lagi, apalagi mendekati masa pensiun di 2023, semangat Maiyatun untuk mengajar boleh diadu dengan guru-guru muda.
Boleh dibilang, Maiyatun menjadi saksi hidup perkembangan Kota Batam, apalagi urusan pendidikan di Kota Industri ini.

Ingatan Maiyatun juga masih kuat ketika disinggung siapa saja murid yang diajarnya, termasuk sejumlah pejabat yang pernah satu sekolah dengannya.
Maiyatun menamatkan pendidikan SD dan SMP-nya di Belakang Padang.
Masa SMP ia tamatkan di SMPN 1 Batam tempat ia mengajar sekarang.
Ketika SMA, ia hijrah ke SMAN 1 Tanjungpinang.
Setelah itu ia menapakai perkuliahan di kampus perguruan tinggi, Universitas Negeri Riau.
Setelah tamat kuliah pada tahun 1989, Maiyatun mulai menjadi seorang guru di SMPN 1 Batam di Belakang Padang sampai sekarang.
"Saya itu angkatan pak Syamsul Bahrum, dulu waktu sekolah satu SMA.
Kalau pak Ansar yang sekarang jadi Gubernur itu dulu junior kelas saya," ucap Maiyatun kepada TribunBatam.id, Jumat (29/1) mengingat masa lalunya.
Maiyatun masih ingat ketika mengajar dengan kondisi sekolah masih berdinding kayu hingga kini berubah beton.
Baca juga: Anggota Pengawas Badan Usaha BP Batam Dilarang Jadi Pengurus Parpol
Baca juga: Pengurus Ansor Batam Dilantik, Rudi Ajak Ikut Bangun Batam
