Senin, 18 Mei 2026

Mahfud MD Buka Suara Tentang Isu Restui Moeldoko Ambil Alih Demokrat: Terpikir Saja Tidak

Terseretnya nama Mahfud MD berawal dari pernyataan yang dikeluarkan oleh Rachland Nashidik.

Tayang:
Kolase TribunSolo.com
Kolase foto Mahfud MD dan Rachland Nashidik 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Mahfud MD dikaitkan dalam isu perencanaan penggulingan kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Demokrat.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) itupun akhirnya buka suara atas tudingan tersebut.

Terseretnya nama Mahfud MD berawal dari pernyataan yang dikeluarkan oleh Rachland Nashidik.

Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik saat itu menanggapi klarifikasi yang disampaikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko terkait isu upaya ambil paksa Partai Demokrat.

Saat itu, Rachland meminta agar Moeldoko untuk berbicara jujur terkait keterlibatannya dalam merencanakan aksi pengambilalihan kepengurusan Partai Demokrat.

Sebelumnya, dalam konferensi persnya, Moeldoko meminta agar masalah ini jangan diseret kepada Presiden Joko Widodo maupun jabatan dirinya sebagai kepala staff kepresidenan.

"Jangan dikit-dikit istana. Jangan ganggu Pak Jokowi. Karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini gitu ya. Jadi itu urusan saya, Moeldoko ini bukan selaku KSP, Moeldoko ini," kata Moeldoko.

Moeldoko menerangkan, awalnya ia hanya menerima curhatan dari para kader Demokrat yang mendatangi dirinya.

Ia pun tidak bisa melarang siapapun untuk bertemu dengannya.

"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian, beberapa kali banyak tamu yang berdatangan dan saya orang yang terbuka, saya mantan Panglima TNI tetapi saya tidak memberi batas dengan siapa pun, apalagi di rumah ini mau datang terbuka 24 jam siapa pun.

Moeldoko melanjutkan, awalnya mereka hanya berbincang banyak hal, salah satunya soal pertanian.

Hingga akhirnya para kader itu curhat tentang kondisi di dalam partai Demokrat.

Akhirnya, Moeldoko pun merasa prihatin dengan curhatan kader Demokrat yang ia maksud itu.

"Secara bergelombang mereka datang berbondong-bondong ya kita terima, konteksnya apa saya juga nggak ngerti, dari obrolan itu saya awali dengan pertanian, karena saya suka pertanian," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved