Breaking News:

Insentif Nakes yang Menangani Covid-19 Dipotong 50 Persen, Kemenkeu: Tetap Diprioritaskan

Ramai komentar kabar insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dipotong 50 persen. Kemenkeu buka suara soal kabar yang beredar tersebut.

Editor: Mona Andriani
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dipotong 50 persen. 

TRIBUNBATAM.id - Ramai di media sosial, pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19.

Hal ini juga diketahui dari unggahan Twitter BlogDokter, @blogdokter.

Twit itu pun tuai berbagai komentar warganet, soal pemotongan nakes yang menjadi garda terdepan dalam menangani Covid-19.

Pihak dari Kementerian Keuangan menanggapi beredarnya kabar insentif nakes dipotong.

"Sah, insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid19 dipotong 50%," tulis akun @blogdokter dalam twitnya.

Hingga berita ini ditulis, twit tersebut telah mendapat 2.703 retweet dan 4.859 likes dari warganet.

Perbandingan dengan tahun 2020

Sebelumnya Kompas.com menerima salinan Surat Menteri Keuangan Nomor S-65/MK.02/2021 bertanggal 1 Februari 2021, yang ditujukan untuk Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin.

Surat tersebut merupakan balasan dari Surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01/ Menkes/62/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Permohonan Perpanjangan Pembayaran Insentif Bulanan dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan dan Peserta PPDS (program Pendidikan Dokter Spesialis) yang menangani Covid-19.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati itu, nakes dan peserta PPDS yang menangani Covid-19 diberikan insentif dan santunan kematian dengan besaran sebagai berikut:

Pasien Covid-19 di Bintan Meninggal Dunia Bertambah, 159 Nakes Belum Divaksin Corona

  • Dokter spesialis sebesar Rp 7.500.000 per orang per bulan
  • Peserta PPDS sebesar Rp 6.250.000 per orang per bulan
  • Dokter umum dan gigi Rp 5.000.000 per orang per bulan
  • Bidan dan perawat Rp 3.750.000 per orang per bulan
  • Tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2.500.000 per orang per bulan
  • Santunan kematian per orang sebesar Rp 300.000.000 

Besaran insentif tersebut mengalami penurunan sebesar 50 persen, jika dibandingkan dengan insentif yang diberikan pada tahun 2020.

Penurunan 50 persen

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved