Batam Logistic Ecosystem Jadi Percontohan Nasional Dalam Penataan Logistik Indonesia
Pemerintah pusat menjadikan Pelabuhan Batu Ampar Batam sebagai pilot project penerapan Batam Logistic Ecosystem untuk National logistic Ecosystem
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Hal serupa juga disampaikan Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Sahat Manaor Panggabean.
Ia bilang Batam menjadi percontohan nasional karena statusnya sebagai FTZ. Batam memiliki kompleksitas dalam hal arus lalu lintas barang, sehingga apabila Batam dapat dibenahi maka akan mudah menerapkan BLE ini di daerah Indonesia lainnya.
Sementara itu, Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nelson Idris, dikutip dari Buletin-BPPB- Batam Port BP Batam menguraikan, di tengah melemahnya perekonomian akibat pendemi covid-19, sektor industri barang logistik di Batam mampu terus meningkat.
Meski beberapa kegiatan yang masih belum maksimal dilaksanakan, seperti kegiatan KSO Bunkering BBM di Pelabuhan Batu Ampar dan Kabil, Ship To Ship (STS) & Floating Storage Unit (FSU) dan pemanfaatan dermaga selatan Batu Ampar, yang kini tengah dilakukan perbaikan, dapat menggenjot pendapatan Pelabuhan Barang BUP menjadi Rp 416 miliar.
Nelson menambahkan, ada banyak kemudahan yang kini dapat dirasakan para pengguna jasa kepelabuhanan dengan digitalisasi. Untuk pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA) misalnya. Dahulu hanya bisa diurus di Pusat (Kementerian Perhubungan), kini telah dilimpahkan kewenangannya kepada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dan Tanjung Balai Karimun sehingga proses pengurusan hanya memakan waktu satu jam saja.
Pandemi Corona Virus (COVID-19) yang melanda berbagai aspek ternyata tidak berpengaruh secara signifikan pada produksi di Pelabuhan Barang yang dikelola BUP BP Batam. Justru data menunjukkan trafik Pelabuhan Barang terus merangkak naik.
Pada Semester I 2020 jumlah kunjungan kapal yang berkegiatan di Pelabuhan Barang BUP sebanyak 11.693 call, tumbuh 7 persen dibandingkan pada Semester I Tahun 2019 yakni sebanyak 10.949 call.
Angka tersebut sebanding dengan 17.801.807 GT naik 20 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 15.042.431 GT. Kenaikan juga terjadi pada realisasi bongkar muat peti kemas hingga Juni 2020 lalu yang mencapai 86.859 TEUs kontainer dalam negeri, 138.259 TEUs kontainer luar negeri, dan 34.837 TEUs kontainer chassis.
Meningkatnya realisasi bongkar muat pada Semester I Tahun 2020 meski di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini tak lepas dari meningkatnya pemerataan kebutuhan logistik dalam negeri. Dari total realisasi kegiatan bongkar muat periode Januari-Juni 2020, 99 persen diantaranya berada di Pelabuhan Batu Ampar yang melayani kegiatan bongkar muat dalam dan luar negeri.
Sementara itu trafik bongkar muat barang di seluruh wilayah Pelabuhan Barang pada Semester I Tahun 2020 sebanyak 2.865.871 ton perdagangan dalam negeri dan 1.993.591 ton perdagangan luar negeri, tumbuh 7 persen untuk perdagangan dalam negeri dibandingkan Semester I Tahun 2019 sebesar 2.690.238 Ton dan terjadi kenaikan 41 persen untuk perdagangan luar negeri dari capaian Semester I Tahun 2019 yakni sebesar 1.413.107 Ton.
Hal yang sama juga terjadi pada capaian BeaCukai Batam tahun 2020 berhasil lampaui target penerimaan Bea Keluar hingga dua kali lipat lebih. Target yang semula ditetapkan sebesar Rp.10,68 miliar berhasil dilampaui sebesar Rp. 17,74 miliar. Dengan capaian tersebut Bea Cukai Batam berhasil mengumpulkan penerimaan Bea Keluar dengan total sebesar Rp. 28,43 miliar atau sebesar 266,07% dari target yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata pada Rabu (25/11/2021) mengatakan, program BLE dapat mempercepat logistik di Batam serta mendorong program PEN. Bea Cukai ingin berperan lebih luas dalam hal peningkatan iklim industri perdagangan dengan menginisiasi penataan logistik. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan menggandeng instansi terkait, seperti BP Batam dan KSOP.
BLE akan menjadi jawaban untuk efisiensi biaya logisik, penekanan biaya transportasi serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di dunia internasional. Selain itu, guna meningkatkan efektvitas dan memotong biaya logistik yang terjadi di wilayah Free Trade Zone Batam.
Penerapan itu juga sudah didorong melalui digitalisasi lainya yang juga mempermudah pengusaha adalah penerapan Inaportnet yang ditandai dengan pelaksanaan Go Live Inaportnet pada Kamis, 5 November 2020 lalu.
BUP BP Batam dan KSOP Khusus Batam telah berkoordinasi sejak September 2020 untuk mempersiapkan penerapan Inaportnet di Batam melalui kegiatan sosialisasi dengan para stakeholder terkait, seperti Perusahaan Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat dan Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1202bongkar-logistik-di-pelabuhan-batu-ampar.jpg)