Jumat, 12 Juni 2026

Jokowi Minta Dikritik: JK Bertanya Cara Tepat Mengkritik, Istana Buka Suara, Komen Warganet Nyelekit

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla ikut mengomentari soal peryataan Presiden Joko Widodo yang meminta publik mengkritik

Tayang:
Setkab/Jay
Jokowi Minta Dikritik: JK Bertanya Cara Tepat Mengkritik, Istana Buka Suara, Komen Warganet Nyelekit 

Kapolri pun diinstruksikan supaya meningkatkan pengawasan pelaksanaan UU tersebut secara lebih konsisten, akuntabel, dan berkeadilan.

Belakangan, kata Jokowi, UU ITE banyak digunakan masyarakat sebagai rujukan hukum untuk membuat laporan ke aparat kepolisian.

Jokowi mengaku paham bahwa semangat UU ITE adalah untuk menjaga ruang digital Indonesia agar lebih bersih, sehat, beretika, dan bisa dimanfaatkan secara produktif.

Baca juga: Dokter Tirta: Saya Kritik Hajatan Petamburan Dianggap Cebong, Kritik Pak Ganjar Dibilang Kadrun

Tetapi, ia tidak ingin implementasi UU tersebut justru menimbulkan rasa ketidakadilan.

"Kalau Undang-Undang ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan, ya saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi undang-undang ini, Undang-Undang ITE ini," ujarnya.

Menurut Jokowi, persoalan hulu yang ada di UU ITE ini ada pada pasal-pasal yang multitafsir.

Andi Arief adalah Wasekjen Partai Demokrat yang baru-baru ini mengkritik pemerintah soal Omnibus Law
Andi Arief adalah Wasekjen Partai Demokrat yang baru-baru ini mengkritik pemerintah soal Omnibus Law (Istimewa via Tribunnewswiki)

Oleh karenanya, jika UU ini direvisi, maka ia akan meminta DPR menghapus pasal karet yang penafsirannya dapat berbeda-beda dan mudah diinterpretasikan secara sepihak.

"Tentu saja kita tetap harus menjaga ruang digital Indonesia sekali lagi agar bersih, agar sehat, agar beretika, agar penuh dengan sopan santun, agar penuh dengan tata krama, dan juga produktif," kata Jokowi.

Jokowi minta dikritik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik dan masukan terhadap kerja-kerja pemerintah.

Pada saat bersamaan ia juga meminta penyelenggara layanan publik terus meningkatkan kinerja.

Hal ini Jokowi sampaikan dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021).

"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi.

Dan para penyelenggara layanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Jokowi, melalui tayangan YouTube Ombudsman RI, Senin.

Jokowi menyadari bahwa masih banyak kinerja pemerintah yang perlu diperbaiki, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Gus Yaqut, Orang Nomor 1 Banser Jadi Menag, Pernah Kritik Rizieq Shihab dan Gagal Jadi Bupati

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved