Breaking News:

BATAM TERKINI

Selundupkan Sabu 3 Kg,Oknum Pegawai Kemenhub Bersama Teman Wanitanya Divonis 20 Tahun Penjara

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhub Rano Dwi Putra bersama teman wanitanya Maulidia divonis 20 tahun penjara.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Sihat Manalu
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN HAMAPU
Oknum pegawai Kemenhub bersama rekan wanitanya mengenakan baju tahanan BNNP Kepri. Keduanya dijatuhi vonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Batam. Tribun/ist 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bernama Rano Dwi Putra, dan teman wanitanya bernama Maulidia binti Zainal akhirnya dijatuhi vonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Dalam amar putusannya, majelis hakim mengatakan, perbuatan kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram.

“Menyatakan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata hakim Christo saat membacakan amar putusan melalui video teleconference di PN Batam kemarin, Rabu (17/2/2021).

Selain itu, masing-masing dari mereka juga dijatuhi denda sebesar Rp 1 miliar. "Terdakwa Rano, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan. Sementara untuk terdakwa Maulidia akan diganti dengan pidana 3 bulan kurungan penjara," terangnya lagi.

Hukuman 20 tahun penjara ini diketahui lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Di mana, JPU menuntut agar keduanya dihukum dengan pidana penjara seumur hidup.

Menanggapi ini, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Batam, Novriadi
Andra menegaskan jika pihaknya akan segera mengajukan banding.

“Pasti akan diajukan. Sebagai petugas perhubungan udara, seharusnya dia (Rano) ikut memberantas peredaran narkotika. Ini malah ikut terlibat,” tegas Novriadi kepada Tribun Batam, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Oknum Pegawai Kemenhub Rano Divonis 20 Tahun Penjara, Kejari Batam Ajukan Banding

Berdasarkan fakta persidangan, Novriadi mengungkapkan jika Rano Dwi Putra telah melakukan perbuatannya lebih dari tiga kali.

Di mana, statusnya sebagai pegawai Kemenhub kerap dimanfaatkan untuk mempermudah aksinya.
“Dia sudah melakukannya tiga kali sendirian dan dua kali bersama teman wanitanya itu. Dan tertangkap saat aksi selanjutnya,” jelas dia lagi.

Novriadi pun sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh Rano bersama rekan wanitanya ini. Oleh sebab itu, lanjut dia, hukuman setimpal diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memberikan efek jera.

Diketahui, dari keduanya ditemukan sebanyak 30 paket sabu dengan berat lebih dari tiga kilogram. Tidak hanya itu saja, petugas juga mengamankan uang puluhan juta Rupiah.
Nilai uang itu ditaksir sebesar Rp 60 juta.

Baca juga: Nasib Kompol Yuni Purwanti Usai Digerebek Pesta Sabu Bersama Anakbuahnya, Kini Dipecat Dari Jabatan

Sebelumnya diberitakan, Rano Dwi Putra dan Maulidia berhasil ditangkap saat membawa puluhan paket sabu melalui Bandara Hang Nadim Batam pada tanggal 22 Agustus 2020 lalu.

Keduanya ditangkap sekira pukul 13.00 WIB oleh petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam.
Di mana, Rano dan Maulidia datang dari Pekanbaru menuju Batam menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 236.

Baca juga: Narkoba di Batam, 2 Pemilik Sabu 5 Kg Divonis 15 Tahun Penjara, Ini Kata Kejari Batam

Keduanya diketahui akan melanjutkan penerbangan menuju Surabaya menggunakan pesawat Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG 949.

Saat itu, Rano dan Maulidia diketahui hendak menuju ruang tunggu keberangkatan. Namun saat melewati pemeriksaan x-ray, petugas mencurigai gerak-gerik Maulidia.

Dari kecurigaan itu, petugas pun langsung memeriksa dan mendapati sesuatu yang aneh di tubuh Maulidia. Tak sampai di situ, petugas juga memeriksa Rano dan kemudian membawa keduanya ke ruang pemeriksaan.

Pada saat pemeriksaan, petugas menemukan bungkusan paket sabu dalam tas yang dililit di badannya. Begitu juga dengan Maulidia yang menyembunyikan sabu di pakaian dalam dan sepatunya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved