Rumahnya Bakal Ditempel Stiker Miskin, 20 KPM PKH di Sagulung Batam Mengundurkan Diri?
Ketua TKSK Sagulung Saptono menyebut,ada 20 KPM mengundurkan diri sebagai penerima bantuan.Menyusul ada aturan baru,rumah bakal ditempel stiker miskin
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rumahnya Bakal Ditempel Stiker Miskin, 20 KPM PKH di Sagulung Batam Mengundurkan Diri?
Adanya aturan baru di Batam, berupa pemasangan stiker keluarga miskin di rumah Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) dari pemerintah, membuat sejumlah KPM pikir-pikir.
Bahkan beberapa di antaranya telah menyatakan mengundurkan diri secara lisan.
Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sagulung, Saptono menyebut, setidaknya ada 20 keluarga di Sagulung menyatakan mengundurkan diri secara lisan sebagai penerima bantuan kepadanya.
"Saat ini dari 13.361 keluarga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 4.000 keluarga adalah penerima bantuan yang aktif, sementara sisanya masih menunggu penambahan calon penerima," kata Saptono, Ketua TKSK Sagulung, Sabtu (20/2/2021).
Dia menjelaskan, menyusul adanya rencana pemasangan stiker keluarga miskin di rumah penerima, memang banyak yang mengundurkan diri.
"Kita sudah sarankan agar mengajukan surat graduasi ke Dinsos," kata Saptono.
Dia mengakui penerima KPM PKH, dan bantuan lainnya, sudah banyak yang mengalami peningkatan ekonomi.
Baca juga: PRAKIRAAN Cuaca Besok, Minggu (21/2), Waspadai Gelombang Tinggi di 2 Wilayah Ini
"Ya itulah dilemanya selama ini, data penerima itu, tidak bisa dialihkan atau di ganti, karena data itu sudah masuk sistem, dan yang mengelola data tersebut adalah pemerintah pusat, melalui kementerian sosial," kata Saptono.
Dia juga menjelaskan, meski ekonomi penerima manfaat sudah membaik atau sudah berubah, namun tidak ada yang mau mengundurkan diri.
"Ya dengan adanya stiker keluarga miskin, kita harapkan penerima sadar diri," kata Saptono.
Dia juga mengatakan, pemasangan stiker keluarga miskin, di rumah penerima bantuan pemerintah akan dilaksanakan tahun ini.
"Pembuatan stiker sedang dilakukan tender, nanti setelah ada pemenangnya, maka stiker akan dicetak dan ditempelkan di rumah setiap penerima bantuan pemerintah,"kata Saptono.
Warga Nongsa Sudah Ajukan Graduasi
Sebelumnya keluarga Siti Makmuroh melepas bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah.
Keputusan graduasi (keluar dari penerima bantuan) secara mandiri keluarga yang berdomisili di bilangan Nongsa ini, dilatarbelakangi meningkatnya taraf ekonomi dan keinginan memberikan kesempatan kepada keluarga lain yang lebih berhak menerima bantuan tersebut.
"Ekonominya sudah membaik, ibu Siti dan keluarga yakin dan mantap untuk graduasi mandiri dan memberikan kesempatan kepada yang lain untuk merasakan bantuan PKH," ujar Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam Hasyimah, Sabtu (20/2/2021).