BATAM TERKINI
RUSUN BP Batam dan Pemko Batam Nihil Tampung PMI, Sebut Nakes Tak Ada Positif Covid-19
Ratusan PMI yang sebelumnya dikarantina di rusun BP Batam dan Pemko Batam sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
Seorang Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Batam Yena mengatakan, sejauh ini ia bersama enam orang rekannya membantu para pekerja migran selama di lokasi karantina.
Setiap rusun disiapkan tujuh orang Tagana. Merekalah nantinya yang diperuntukkan membantu kebutuhan para pekerja.
"Kita bantu untuk konsumsi, sehari tiga kali," kata Yana.
Yana melanjutkan, penghuni Rusun BP Batam dan Rusun Pemko Batam dipisah antara perempuan dan laki-laki.
Setiap kamar berisikan dua pekerja migran.
Sebagian besar pekerja, mengaku tertipu oleh calo, sehingga mereka berangkat menggunakan dokumen ilegal.
"Banyak juga yang curhat, kapok dan merasa tertipu," sambungnya.
Saat ini tambahnya, dari 1.000 PMI yang masuk ke rusun, 700 pekerja di antaranya sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
Pemulangan menggunakan biaya sendiri. Meski begitu bagi mereka yang betul-betul tak mampu akan dicarikan solusi oleh dinsos.
"Ada juga di antara mereka patungan atau kasih sumbangan agar teman yang lain bisa pulang. Saat ini yang ada di rusun sekitar 300 pekerja saja.
Informasinya malam ini juga akan ada tambahan baru," tuturnya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google