Dibekap Kemiskinan, Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal dengan Harga Murah
Warga Afghanistan ramai-ramai menjual ginjal mereka dengan murah karena himpitan ekonomi.
Seorang wanita bernama Khori Gul di kamp yang sama bercerita, tahun lalu dia menjual ginjal untuk menyelamatkan suaminya, Amiruddin, dari debt collector Taliban.
Baca juga: 160 Juta Orang Terancam Masuk Jurang Kemiskinan, Asia Hadapi Resesi Pertama Kalinya dalam 60 Tahun
Baca juga: Timor Leste Diambang Kemiskinan, Ladang Minyak Dikuras Australia, Kini Dihantui Hutang ke China
Ginjal Khori Gul laku 290.000 Afghani (Rp 53,42 juta) yang berhasil membebaskan suaminya, tetapi belum sepenuhnya melunasi utang.
"Saya sangat miskin dan suami sudah melakukan segalanya selama 10 tahun terakhir. Kalau saya tidak berbuat sesuatu, lalu siapa?"
Semua orang yang mengaku menjual ginjalnya berkata, operasinya dilakukan di Rumah Sakit swasta Loqman Hakim kota Herat.
RS itu adalah yang pertama berhasil melakukan transplantasi ginjal di Afghanistan pada 2016, dan selanjutnya dikabarkan sudah melakukan lebih dari 1.000 tindakan serupa.
Para donor berkata, RS itu terkenal sebagai tempat mencari pembeli ginjal yang terkadang lewat perantara.
Namun, RS tersebut dengan tegas membantahnya.
Para staf juga enggan berkomentar sampai penyelidikan pemprov selesai.
Mereka berkata ke The Telegraph, orang-orang berbohong agar bisa mendapat bantuan pemerintah, atau rumor itu disebarkan oleh rumah sakit kompetitor.
Sebenarnya isu menjual ginjal ini sudah beredar luas di kota dekat perbatasan Iran itu selama bertahun-tahun, tetapi pengungkapan ke media awal bulan ini mengejutkan banyak orang.
Himpitan ekonomi menyebabkan warga menjual ginjal.
Garis yang merupakan bekas pembedahan itu hanya contoh kecil dari banyaknya warga Afghanistan yang rela menjual ginjalnya.
Namun, menjual ginjal terkadang tak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.
Kesehatan menjadi taruhannya dan peluang kerja mengecil, demi uang instan puluhan juta rupiah.
Salah satunya adalah klinik transplantasi yang diduga turut membantu praktik ilegal itu, tetapi dibantah mereka dengan balik menuding orang-orang berbohong telah menjual ginjal.
Kebanyakan orang-orang yang menjual ginjal adalah korban perang yang mengungsi ke Herat dan bekerja sebagai buruh harian.
(*)
Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS
Sumber: Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/koridor-wakhan-afghanistan_20180209_124431.jpg)