Penggiat Media Sosial Ini Bela Nurdin Abdullah, Sebut Om Kumis Bermain, Seret Nama Ahok dan Anies
Aoki Vera menuding penangkapan Nurdin Abdullah adalah drama guna menjatuhkan gubernur usungan PDIP, PKS, dan PAN ini.
TRIBUNBATAM.id, MAKASSAR- Penggiat media sosial ini bela Nurdin Abdullah.
Ia menyebutkan penangkapan Nurdin Abdullah merupakan permainan Om Kumis.
Sampai ikut seret nama Ahok dan Anies Baswedan.
Baca juga: MEDIA Sosial Jadi Ajang Pornografi Remaja, Erry : Ilmu Komputer Harus Dibarengi Pelajaran Moral
Baca juga: Akun Media Sosial Termasuk Twitter Donald Trump Kena Blokir; Bikin Medsos Sendiri, Parler
Viral di grup WhatsApp link atau tautan video berjudul "Ada apa dengan KPK..?" diunggah di channel YouTube Aoki Vera pada Senin (1/3/2021).
Video membahas soal Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah yang ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK karena diduga menerima suap atau gratifikasi senilai total Rp 5,4 miliar dari beberapa pengusaha dan kontraktor.
Nurdin Abdullah kini telah menjadi tersangka bersama dengan Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.
Dari OTT (operasi tangkap tangan) di Makassar, Sulsel, Jumat - Sabtu (26-27/2/2020) malam hingga dini hari, petugas KPK mengamankan barang bukti uang senilai Rp 2 miliar.
Nurdin Abdullah ditangkap di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu, pukul 02:00 Wita, saat dia sedang tidur.
"Tentang KPK yang lagi asyik bobo siang tiba-tiba loncat ke Sulsel OTT dengan drama.
Baca juga: Siapa Edy Rahmat? Orang Kepercayaan Nurdin Abdullah yang Juga Jadi Tersangka
Baca juga: Diciduk KPK, Nurdin Abdullah Bersumpah Tidak Terlibat Korupsi: Tidak Tahu Demi Allah
OTT-nya di mana? Yang ditangkap orang yang lagi tidur. Gitu kan?" kata Aoki Vera Kurniawati, sosok perempuan dalam video.
Aoki Vera menuding penangkapan Nurdin Abdullah adalah drama guna menjatuhkan gubernur usungan PDIP, PKS, dan PAN ini.
Tanpa ragu-ragu, ia menyebut ada sosok "Om Kumis" di balik drama itu.
Ini karena Nurdin Abdullah susah diatur dan tidak mau menuruti permintaan.
"Sekarang, Pak Gubernur agak sedikit strength di saat ada permintaan 'taroh ini dong di sini, taroh ini dong di sini, taroh ini dong di sini'.
Pak Gub tidak bisa mengiyakan orang tersebut.