Kecaman Internasional Diabaikan, Militer Myanmar Makin Represif Tembak Mati Gadis 19 Tahun

Kecaman internasional atas kudeta yang diabaikan dan tindakan kekerasan yang dilakukan Militer Myanmar, membuat Amerika Serikat terkejut dan muak

Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
AFP
Ribuan Warga Myanmar, Kamis (4/3/2021) mengantar jenazah remaja 19 tahun Kyal Sin yang tewas ditembak militer dalam aksi di Mandalay, Maynmar Rabu (3/3/2021). Angel atau Kyal Sin adalah satu di antara puluhan orang tewas ditembak aparat. 

YANGON, TRIBUNBATAM.id - Sedikitnya 38 orang tewas Rabu (3/3/2021) yang disebut sebagai hari paling berdarah saat krisis Myanmar.

Hal itu disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terkait tindakan pemerintah militer yang terus bertindak represif dan mengabaikan tekanan internasional.

Kecaman internasional atas kudeta yang diabaikan dan tindakan kekerasan yang dilakukan Militer Myanmar, membuat Amerika Serikat terkejut dan muak.

Seorang gadis 19 tahun yang ikut aksi demo tewas ditembak aparat Myanmar pada Rabu (3/3/2021).

Save the Children mengatakan ada empat anak yang tewas pada hari Rabu termasuk seorang anak laki-laki berusia 14 tahun.

Berdasarkan laporan Radio Free Asia, Remaja 14 tahun tewas ditembak seorang tentara dalam konvoi truk militer yang lewat.

Keluarga menangis di lokasi seorang peserta aksi anti kudeta Militer di Myanmar
Keluarga menangis di lokasi seorang peserta aksi anti kudeta Militer di Myanmar 

Baca juga: Aksi Tolak Kudeta Terus Berlangsung, Polisi Myanmar Mulai Represif Bubarkan Aksi

Tentara kemudian memasukkan tubuh remaja 14 tahun itu ke truk dan kemudian pergi, menurut laporan itu.

Gambar seorang wanita berusia 19 tahun, satu dari dua orang yang ditembak mati di Mandalay, menunjukkan dia mengenakan kaus bertuliskan "Semuanya akan baik-baik saja".

Gadis 19 tahun yang ditembak mati tentara Myanmar itu dikenal dengan nama Angel atau Kyal Sin.

Polisi di Yangon memerintahkan tiga petugas medis keluar dari ambulans dan memukuli mereka dengan puntung senjata dan pentungan.

Video penyiksaan 3 orang petugas media disiarkan Radio Free Asia yang didanai AS.

Korban tewas dalam aksi tolak Kudeta Militer Myanmar
Korban tewas dalam aksi tolak Kudeta Militer Myanmar ()

Myanmar berada dalam kekacauan sejak 1 Februari sejak militer menggulingkan dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Tindakan militer itu mengakhiri eksperimen selama satu dekade negara itu dengan demokrasi dan memicu protes massa setiap hari hingga Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Insiden Berdarah di Myanmar, Pasukan Militer Tembak Mati 13 Demonstran Anti Kudeta

Tekanan internasional meningkat

Kekuatan Barat telah berulang kali menghantam para jenderal dengan sanksi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved