Breaking News:

Jokowi Terseret Gegara Aksi Moeldoko di Demokrat! Evaluasi Kepala KSP, Dicap Rusak Sistem Kepartaian

Pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam mengatakan Presiden Joko Widodo harus mengevaluasi aksi Moeldoko selaku anak buahnya

Tangkap Layar YouTube/Najwa Shihab
Jokowi Terseret Gegara Aksi Moeldoko di Demokrat! Evaluasi Kepala KSP, Dicap Rusak Sistem Kepartaian 

TRIBUNBATAM.id - Jokowi Terseret Gegara Aksi Moeldoko di Demokrat! Evaluasi Kepala KSP, Dicap Rusak Sistem Kepartaian.

Nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko jadi perbincangan publik.

Sempat menjadi Panglima TNI era Presiden SBY, ia kini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Sumut.

KLB digelar oleh sejumlah eks kader Demokrat yang sebelumnya dipecat AHY buntut dari isu kudeta.

Nama Moeldoko yang di Demokrat bukan apa-apa mencuat dan sebelumnya disebut-sebut jadi motor terlaksananya KLB.

Baca juga: Manuver Moeldoko di Demokrat Ketahuan Sekali, Pengamat: Kurang Cantik Mainnya, Tidak Etis dan Aneh

Baca juga: SELAMAT! Jenderal Purn Moeldoko Ketum Demokrat KLB Sibolangit, Tarian Perang Sambut Peserta Kongres

Moeldoko tampak cium tangan Susilo Bambang Yudhoyono


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Moeldoko Tak Ingat 2015 Pernah Minta Jabatan ke SBY, Andi Mallarangeng Tertawa: Masa Lupa?, https://batam.tribunnews.com/2021/03/05/moeldoko-tak-ingat-2015-pernah-minta-jabatan-ke-sby-andi-mallarangeng-tertawa-masa-lupa.

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Moeldoko tampak cium tangan Susilo Bambang Yudhoyono Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Moeldoko Tak Ingat 2015 Pernah Minta Jabatan ke SBY, Andi Mallarangeng Tertawa: Masa Lupa?, https://batam.tribunnews.com/2021/03/05/moeldoko-tak-ingat-2015-pernah-minta-jabatan-ke-sby-andi-mallarangeng-tertawa-masa-lupa. Editor: Irfan Azmi Silalahi (Twiter @umarHsb75)

Sejumlah pihak menilai tindakan Moeldoko sudah terbaca sejak awal dan tidak etis,

masuk ke konflik internal partai dan seakan membajaknya untuk kepentingan politik.

Pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam bahkan mengatakan

Presiden Joko Widodo harus mengevaluasi aksi Moeldoko selaku anak buahnya.

Moeldoko dianggap telah merusak sistem kepartaian yang telah ada di Indonesia.

Baca juga: Sempat Dicalonkan Bareng Moeldoko, Marzuki Alie Justru Dukung Ibas Pimpin Demokrat

Baca juga: SBY dan Moeldoko Pernah Seiring Sejalan, Kini Memanas Akibat KLB Demokrat

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono memberikan selamat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru, Letjen TNI Moeldoko (kiri) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2013). Letjen TNI Moeldoko menggantikan pejabat lama, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang memasuki masa pensiun. (FOTO DOKUMENTASI).
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono memberikan selamat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru, Letjen TNI Moeldoko (kiri) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2013). Letjen TNI Moeldoko menggantikan pejabat lama, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang memasuki masa pensiun. (FOTO DOKUMENTASI). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Halaman
1234
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved