Breaking News:

KECELAKAAN KERJA DI BATAM

DPRD Batam Datangi PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Sebut Laka Kerja Bukan Pertama

Komisi IV DPRD Batam mendatangi PT ASL Shipyard Tanjunguncang terkait laka kerja yang menewaskan seorang pekerja. Apa hasil dari kunjungan mereka?

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
DPRD Batam Datangi PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Sebut Laka Kerja Bukan yang Pertama. Foto sidak Komisi IV DPRD Batam di PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Rabu (17/3/2021). 

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho meminta pihak perusahaan menceritakan secara detail kronologi kejadian Laka kerja di Batam tersebut.

Ditempat yang sama, perwakilan PT ASL, Bagian Safety, Rey sudah melakukan investigasi kejadian.

Korban dan Riger hendak merapikan barang-barang di atas kapal.

Saat kejadian, hanya mereka berdua yang ada di atas kapal.

"Korban membuka tali yang untuk mengikat kabel. Beratnya sekitar 1 ton.

Lalu, panel tersebut yang menghantam korban.

Safety belt dan perlengkapan keselamatan lainnya digunakan tergantung situasi," ujarnya.

Dari hasil sidak Komisi IV DPRD Batam, Mustofa menyimpulkan kurangnya komunikasi atas kejadian ini.

Ibu Korban Laka Kerja di PT ASL Shipyard Tanjunguncang Batam Lunglai. Foto Ibu Petrik Natanael Sitompul terlihat lemas di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah, Senin (16/3/2021).
Ibu Korban Laka Kerja di PT ASL Shipyard Tanjunguncang Batam Lunglai. Foto Ibu Petrik Natanael Sitompul terlihat lemas di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah, Senin (16/3/2021). (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Dimana, pihak Safety dari PT ASL menyampaikan, awalnya korban naik ke atas kapal dan membuka tali ikatan kabel, kemudian kabel tersebut menyeret tubuh korban hingga membuat korban terjatuh.

Di sekitar tempat korban bekerja, saat itu hanya ada reager atau operator crane bersama dengan korban.
Sementara beban yang diangkut cukup berat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved