TRIBUN WIKI
Dibangun Pakai Putih Telur, Inilah Sejarah dan Keunikan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat
Satu hal yang paling unik dari Masjid Raya Sultan Riau adalah penggunaan putih telur sebagai campuran bahan bangunannya.
Sumber lainnya mengatakan jika masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1761-1812.
Peletakan batu pertama dilakukan pada 1761.
Pada awalnya, masjid ini hanya berupa bangunan kayu sederhana berlantai batu bata yang hanya dilengkapi dengan sebuah menara setinggi lebih kurang 6 meter.
Masjid ini awalnya dibangun oleh Sultan Mahmud ketika membangun infrastruktur untuk kediaman istrinya, Raja Hamidah putri dari Raja Haji Fisabilillah.
Seiring bertambahnya jumlah jemaah, pada 1832 masjid dipugar oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman.
Ia memberikan seruan pada masyarakat tepat pada 1 Syawal.
Seruan tersebut adalah seruan jihad untuk bersama-sama memperbaiki masjid.
Dengan adanya seruan ini, masyarakat berbondong-bondong untuk ikut membangun masjid.
Untuk pembangunan pondasinya sendiri hanya memakan waktu selama tiga minggu.
Selain memberikan sumbangan tenaga, banyak juga masyarakat yang memberikan sumbangan bahan makanan, salah satunya telur.
Penggunaan telur sebagai campuran bahan bangunan karena dulu banyak pekerja asal India yang membawa kepercayaan ini.
Mereka percaya jika telur bisa digunakan sebagai bahan perekat bangunan.
Lokasi
Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Berita lain tentang Masjid
Baca berita terbaru lainnya di Google!