TRIBUN WIKI
Dibangun Pakai Putih Telur, Inilah Sejarah dan Keunikan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat
Satu hal yang paling unik dari Masjid Raya Sultan Riau adalah penggunaan putih telur sebagai campuran bahan bangunannya.
Lima ruangan utama ini seperti jumlah Rukun Islam.
Luas keseluruhan kompleks masjid ini sekitar 54,4 x 32,2 meter.
Bangunan induknya berukuran 29,3 x 19,5 meter, dan ditopang oleh empat tiang.
Adapun empat tiang utama masjid tersebut menunjukkan jumlah Khulafaur Rasyidin atau sahabat Nabi.
Arti lainnya bisa juga jumlah mazhab dalam Islam.
Di depan pintu masuk utama masjid terdapat lampu kristal hadiah dari Raja Prusia karena terkesan oleh kebaikan Kesultanan Riau-Lingga yang telah menerima Eberhardt Herman Rottger, yang menjalankan misi gereja, sebagai warga di kesultanannya.
Di sini juga terdapat Al-Qur’an tulisan tangan Abdurrahman Stambul yang ditempatkan dalam kotak kaca.
Namun peninggalan paling berharga di masjid ini ada di dalam dua lemari yang terdapat di ruangan depan masjid. Lemari yang di pintunya terdapat kaligrafi. Lemari ini milik Yang Dipertuan Muda X Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi.
Di dalam lemari terdapat ratusan kitab dan buku yang dikumpulkan oleh Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi, nama yang diabadikan menjadi nama Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepulauan Riau.
Di kanan dan kiri halaman depan masjid terdapat bangunan panggung tanpa dinding yang disebut balai-balai.
Tempat tersebut digunakan untuk menunggu waktu salat atau pada saat bulan ramadan menjadi tempat untuk buka puasa bersama.
Ada pula dua rumah sotoh di bagian kiri dan kanan halaman depan masjid.
Rumah sotoh yang kini tertutup ini dulunya terbuka dan digunakan sebagai tempat belajar ilmu agama dan musyawarah.
Selain itu, rumah sotoh juga menjadi tempat istirahat para musafir.
Baca juga: Tempat Wisata di Pulau Bintan, Lagoi Bay hingga Pulau Penyengat
Baca juga: Sejarah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam, Arsitektur Megah Mirip Masjid Nabawi
Baca juga: Satu-satunya Masjid Pink di Indonesia, Ini Sejarah dan Keunikan Masjid Raya An-Nur Bintan
Sejarah
Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dibangun oleh Sultan Mahmud pada 1803.