TRIBUN PODCAST

Radikalisme Rambah Kalangan Milenial, Apa Kata Aktivis Dakwah di Batam?

Kasus radikalisme saat ini tengah berkembang di tengah masyarakat Indonesia dan mulai merambah kalangan milenial, apa kata aktivis dakwah di Batam?

TRIBUNBATAM
Aktivis dakwah Batam Mohamad Santoso (kanan) saat di Tribun Batam Podcast 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus radikalisme saat ini tengah berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Beberapa waktu lalu ada dua kejadian besar yang menghebohkan Indonesia yakni pengeboman Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri.

Dimana para pelaku termasuk kalangan milenial, untuk itu Tribun podcast yang dipandu oleh Agus Tri Harsanto (TB) melakukan wawancara dengan pegiat atau aktivis dakwah kota Batam Mohamad Santoso (MS) 

TB: Menyusul dua kejadian besar di tanah air terkait kejadian di Makasar dan Jakarta 

MS: artinya isu isu ataupun perkembangan, sesuatu yang terjadi di negara kita mau tidak mau suka tidak suka kita harus tahu, karena berawal dari kejadian besar bisa merembet ke hal hal kecil. Kalo kita liat ada sebuah target mengganggu tatanan kehidupan masyarakat kita supaya antara masyarakat saling mencurigai, ini juga menimbulkan perselisihan dan permusuhan.  

TB: Dua peristiwa di tanah air ini melibatkan kaum milenial dan ini membuat kita gundah, sebenarnya pandangan bapak sendiri seperti apa?

MS: sebelum kita membahas kesana kita perlu mendiskusikan atau menyamankan persepsi terkait radikalisme, terorisme . Defensi ini harus disamakan terlebih dahulu.

Ada dua persepsi secara umum adalah adanya sebuah kelompok yang menginginkan perubahan, artinya ada pihak-pihak yang ingin melakukan perubahan tatanan baik pemerintah secara politik dan sosial.

Ini definisi radikalisme.

Diagama itu sendiri adanya faham atau aliran adanya sebuah paham yang menginginkan perubahan dengan cara tidak benar, contoh dengan cara menimbulkan dengan kekerasan atau sebagainya.

Definisi secara umum ialah sebuah faham atau aliran yang menginginkan perubahan secara politik dan sosial dengan cara cara yang bertentangan Karena menggunakan kekerasan dan sebagainya.

Sekarang ini ada sebagian kelompok dengan mudah menyesatkan dan mengkafirkan sesamanya, dan ini merupakan cikal bakal radikalisme karena di dalam agama tidak diajarkan kekerasan.

Kalau kita melihat sejarah di zaman Abdul Wahab sudah mulai dimana kota Mekah dibumi hanguskan, situs situs sejarah dihilangkan, ini adalah salah satu awal mulanya dimana menginginkan perubahan dengan mengunakan kekerasan, mereka ingin dengan cepat dan praktis melakukan perubahan.

Baca juga: INFO Cuaca Kepri, Besok Kamis (8/4/2021), Warga Natuna Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

TB: Apakah di agama diperbolehkan menggunakan kekerasan melakukan perubahan?

MS: saya berbicara dalam konteks agama Islam, Islam sendiri sebagai agama rahmatan Lil alamin, dimana ini Rahmat bagi semua tidak hanya satu manusia dengan manusia lain bahkan bagaimana antara manusia dengan semua ciptaan Tuhan sudah jelas seperti itu, maka bagi manusia yang tidak memberikan dampak Rahmat kepada sesama mahluk maka ia tidak menerapkan Rahmat Lil alamin.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved