HUMAN INTEREST
Cerita Devita Nirmalasari, Lima Tahun Periksa Makanan Takjil Setiap Ramadhan di Batam
Sudah 5 tahun, Devi berurusan dengan makanan takjil.Devi bertugas memeriksa apakah makanan itu mengandung zat kimia berbahaya.Dia analis di BPOM Kepri
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
"Kalau produk olah dalam kemasan jangan lupa cek klik, cek kemasannya. Apakah masih dalam kondisi yang baik? Tidak rusak? Jangan lupa juga cek izin edarnya dan tanggal kedaluwarsa," kata Devi.
Sementara untuk makanan takjil, pembeli harus memperhatikan warna makanan. Jangan membeli warna-warna yang mencolok, merahnya mencolok atau putihnya mencolok. Karena biasanya itu yang menggunakan bahan berbahaya dalam pangan.
Cegah Penggunaan Zat Kimia Berbahaya
Diberitakan, untuk mencegah makanan takjil yang dijual di pasaran dicampur zat kimia, Badan Pengawas Obat dan Makanan Kepri melakukan sidak berbagai jenis makan di pasar takjil Mega Legenda, Batam, Rabu (21/4/2021) sore.
Kepala BPOM Kepri, Bagus Heri Purnomo, mengatakan, kegiatan ini dilalukan pihaknya dalam rangka pengawasan pangan pada bulan suci Ramadan dan Idulfitri.
"Hari ini sampel yang kita ambil langsung kita uji di mobil lab yang kita bawa. Ke depannya nanti ada beberapa titik yang akan kita lakukan pengawasan, baik di Batam maupun di wilayah kabupaten," ujarnya.
Sejauh ini, menurutnya tidak ada ditemukan zat berbahaya dalam sampel makanan yang telah diperiksa oleh timnya.
"Semua hasil uji menggunakan rapid test. Makanan yang mengandung bahan berbahaya, Alhamdulillah tidak ada," kata dia.
Selama melakukan pengawasa di Kota Batam sudah ada empat tempat yang didatangi oleh pihaknya sejak satu minggu sebelum masuknya bulan suci Ramadan.
"Ini yang keempat dan kita belum ada temuan penggunaan zat berbahaya," kata Bagus.
Jika ke depan pihaknya menemukan ada makanan yang dijual mengandung zat berbahaya, maka pihanya akan memberi peringatan kepada penjual tersebut dan akan dilakukan pembinaan.
"Nanti kita juga minta keterangan dari penjual untuk pangan tersebut dapat dari mana? Apakah buat sendiri atau beli dari suplier? Sehingga kita bisa menelusuri sampai ke pembuatnya," katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada sebelum membeli dan mengonsumsi produk pangan, baik produk kemasan.
"Kalau produk olah dalam kemasan jangan lupa cek klik, cek kemasannya, apakah masih dalam kondisi yang baik? Tidak rusak? Jangan lupa juga cek izin edarnya dan tanggal kedaluwarsa," ungkapnya.
Sementara untuk makanan takjil, lanjut dia pembeli harus memperhatikan warna makanan, jangan membeli warna-warna yang mencolok, merahnya mencolok atau putihnya mencolok, biasa itu yang menggunakan bahan berbahaya dalam pangan.
(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
Berita tentang Human Interest Story
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2204analis-bpom-kepri-devita-nirmalasari.jpg)