KRI NANGGALA 402
'Saya Pamit Berlayar', Video Call Terakhir Serda Guntur Kru KRI Nanggala 402 dengan Istri
'Saya Pamit Berlayar', Video Call Terakhir Serda Guntur Kru KRI Nanggala 402 dengan Istri
Lebih lanjut Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan pada visual itu KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.
"Tadi sudah disampaikan oleh Panglima TNI rasa duka, tentunya mereka akan menjadi korban dalam kejadian ini," tambah Laksamana TNI Yudo Margono.
Baca juga: Lettu Ady Sonata Kru KRI Nanggala 402 Dikenal Berprestasi, Baru Punya Bayi 7 Bulan
Baca juga: Kronologi Tenggelamnya KRI Nanggala 402, Hilang saat Bersiap Tembak Torpedo
Baca juga: Penyebab KRI Nanggala 402 Tenggelam karena Keretakan Besar, KSAL: Bukan Meledak
Telah Diprediksi Alami Keretakan Besar

Sebelumnya, Kapal Selam KRI Nanggala 402 diperkirakan mengalami keretakan besar.
Kemudian, mengalami penurunan drastis hingga 800 meter di bawah permukaan laut.
Demikian penjelasan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.
Yudo menyebut keretakan ini memang dimungkinkan terjadi, mengingat kedalaman 700-800 meter di bawah permukaan laut punya tekanan yang kuat.
"Tentunya dengan peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan karena memang terjadi tekanan kedalaman yang sampai 700-800 meter, tentu ini akan jadi keretakan terhadap kapal selam tersebut," kata Yudo dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).
Bukti keretakan diperkuat pula dengan adanya sejumlah kepingan dan barang milik KRI Nanggala yang naik ke permukaan.
Setidaknya ada 5 jenis barang atau komponen yang ditemukan oleh tim SAR, dan diyakini kuat sebagai bukti otentik milik KRI Nanggala.
Baca juga: Pertemuan Terakhir Ibunda dengan Komandan Heri, Pernah Diajak Masuk KRI Nanggala 402
Baca juga: Matroji Minta Doa ke Masjid agar Anaknya Selamat di KRI Nanggala 402, Tahu Kabar dari YouTube
Baca juga: Canggihnya Pesawat P8 Poseidon Milik AS, Dikerahkan untuk Cari KRI Nanggala 402
"Sehingga barang - barang ini terbukti keluar yang mana ini sebenarnya ada di dalam.
Apalagi backbone penahan pelurus torpedo shoot ini sampai bisa keluar, berarti terjadi keretakan yang besar," tegas Yudo.
Yudo menampik bila disebut terjadi ledakan pada KRI Nanggala.
Sebab sonar tidak mendeteksi adanya ledakan.
Selain itu, barang-barang yang muncul ke atas permukaan laut hanya beberapa.
Sehingga ia menyimpulkan KRI Nanggala nihil ledakan.
"Jadi bukan ledakan, kalau ledakan sudah ambyar semuanya.
Ini retakan, jadi secara bertahap pada bagian tertentu mulai turun terjadi fase dari kedalaman 300, 400, 500 terjadi keretakan.
Karena kalau ledakan pasti terdengar di sonar. Jadi bukan ledakan tapi lebih kepada keretakan," pungkas dia.
(*)
Berita lain tentang KRI Nanggala 402
Baca berita terbaru lainnya di Google