Kamis, 7 Mei 2026

BATAM TERKINI

Imigrasi Buru WN India yang Kabur ke Batam Dari Karantina Covid-19 di Jakarta

Kepala Imigrasi Batam Ismoyo menyebut, pihaknya kini sedang mencari keberadaan WN India yang kabur ke Batam dari karantina covid-19 di Jakarta

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Imigrasi Buru WN India yang Kabur ke Batam Dari Karantina Covid-19 di Jakarta. Foto Kepala Imigrasi Kelas I Batam, Ibnu Ismoyo 

Bahkan kondisi semakin diperparah dengan berkurangnya pasokan oksigen.

Update terbarunya per hari Minggu (25/4/2021), pejabat kesehatan masyarakat melaporkan 349.691 kasus baru di India berdasarkan Sky News.

Baca juga: 4 Hari Terakhir Kasus Covid-19 di India Makin Mengkhawatirkan, Dokter Ungkap Ada yang Tidak Beres

India juga melaporkan 2767 kematian, dan rekor harian lainnya.

Namun, Minggu ini UEA mengumumkan larangan masuk pelancong dari India selama 10 hari dari 25 April, menurut Gulf News.

Seorang juru bicara perusahaan charter Air Charter Service India mengatakan kepada AFP bahwa jumlah minat terhadap jet pribadi "benar-benar gila".

"Kami memiliki 12 penerbangan menuju Dubai besok dan setiap penerbangan benar-benar penuh," kata juru bicara itu Jumat (23/4/2021), menurut The Economic Times.

Anggota staf medis yang mengenakan APD membawa jenazah pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amritsar, India pada 24 April 2021. (Narinder NANU / AFP)
Beberapa negara bahkan mengumumkan akan menerapkan pembatasan perjalanan pada pengunjung dari India.

Lonjakan kasus itu mendorong orang-orang kaya India untuk membayar ribuan dollar untuk penerbangan menit terakhir dan jet pribadi saat pembatasan perjalanan diberlakukan.

Dilaporkan salah satu tujuan populer adalah Uni Emirat Arab, yang tidak jauh dari India dan biasanya ada ratusan penerbangan ke sana.

Baca juga: Warga India Usir Covid-19 dengan Obor, Tingkat Kematian Gegara Makin Corona Meningkat

Penyedia jet pribadi lainnya, Enthrall Aviation, mengatakan pihaknya telah kewalahan dengan ratusan pertanyaan selama beberapa hari terakhir.

"Kami telah meminta lebih banyak pesawat dari luar negeri untuk memenuhi permintaan."

"Biayanya $ 38.000 (Rp550 juta) untuk menyewa jet dengan 13 tempat duduk dari Mumbai ke Dubai dan $ 31.000 (Rp 448 juta) untuk menyewa pesawat dengan enam tempat duduk," kata juru bicara Enthrall Aviation, menurut The Economic Times.

"Orang-orang membuat kelompok sendiri dan mengatur pembagian tempat duduk di jet pribadi."

"Kami memiliki beberapa permintaan untuk ke Thailand tetapi sebagian besar permintaan adalah ke Dubai," tambah mereka.

Menurut Sunday Times, setidaknya 8 jet pribadi diterbangkan ke Inggris dari India dalam 24 jam terakhir karena Inggris menerapkan larangan perjalanannya sendiri di negara itu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved