Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Menhub RI ke Karimun, Bandara Raja Haji Abdullah dan Pelabuhan Malarko Jadi Perhatian

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Karimun meminta Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun untuk menyelesaikan persoalan lahan.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Menhub RI ke Karimun, Bandara Raja Haji Abdullah dan Pelabuhan Malarko Jadi Atensi. Foto Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat mendampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di Karimun. 

Dengan panjang runway tersebut, bandara ini menurutnya sudah bisa di darati pesawat jenis ATR, bukan lagi hanya perintis.

Untuk mendukung pengembangan bandara tersebut, Kemenhub meminta Gubernur Kepri dan Bupati Karimun untuk dapat menyelesaikan permasalahan lahan.

Sementara itu, kedatangannya ke Kabupaten Karimun merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk meninjau proyek strategis di Karimun.

Dengan kedatangannya ke Karimun, Budi berharap bahwa mandat Presiden RI untuk membangun daerah khususnya di Kabupaten Karimun sebagai daerah di perbatasan dapat di laksanakan.

“Saya harapkan mandat Bapak Presiden RI kepada saya untuk membangun daerah-daerah dapat di laksanakan dengan baik.

Baca juga: Selain Menhub RI Budi Karya Sumadi, Ini 10 Pejabat Negara di Dunia yang Positif Virus Corona

Baca juga: Diklaim yang Terbesar di Kepri, Pemerintah Pusat Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Malarko di Karimun

Khususnya Kepri yang memiliki daya saing yang baik, dan Insyaallah pembangunan ini nantinya memberikan kemakmuran bagi masyarakat Karimun,” terangnya.

Selain itu, Kedatangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Kabupaten Karimun juga sekaligus meninjau pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Desa Pelambung Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Pelabuhan Malarko yang di gadang-gadangkan akan menjadi Pelabuhan Peti Kemas terbesar di Provinsi Kepri.

Pembangunan pelabuhan Malarko telah mulai di bangun sejak 2008 lalu dan sempat terhenti pembangunannya selama dua belas tahun.

Namun, proyek itu dipastikan akan berlanjut setelah Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi datang meninjau langsung proyek tersebut di tahun 2020 lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved