Delapan Nelayan Karimun Bebas Dari Tawanan Malaysia, Terharu Bisa Ikut Lebaran
Delapan nelayan Karimun yang sempat ditawan pihak Malaysia akhirnya dibebaskan lewat komunikasi yang baik antara Indonesia dan Malaysia
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Delapan nelayan Tanjung Balai Karimun, Kepri akhirnya dapat bertemu keluarganya.
Tak hanya itu, mereka juga dapat menyambut momen perayaan Idul Fitri bersama keluarga.
Sebelumnya, delapan nelayan ini sempat menjadi tawanan militer angkatan laut negara Malaysia selama 2 pekan.
Mereka Muhammad Daud, Erizal, Endi, Arifin, Acuk Rasyid, Junaidi, Irwanto dan Nafrizal.
"Berkat kerja sama hubungan yang baik, 8 nelayan kita akhirnya dibebaskan militer Malaysia," ujar Humas Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Zona Maritim Barat, Batam, Yuhanes saat dihubungi, Rabu (12/5/2021).
Baca juga: Pasien Covid-19 di RSKI Galang Tinggal 247, Berkurang 33 Orang saat H-1 Lebaran
Baca juga: Bakamla RI Jemput Nelayan Indonesia di Perairan Malaysia, Cari Ikan Masuk Negeri Jiran
Ia melanjutkan, 8 nelayan itu sudah dipulangkan ke keluarganya masing-masing.
"Sudah sampai Tanjung Balai Karimun mereka. Kemarin sore sehabis Magrib diberangkatkan dari Pelabuhan Batu Ampar," ujar Yuhanes.
Yuhanes menceritakan rasa haru ke delapan nelayan asal Karimun itu sesaat berhasil diselamatkan pemerintah lewat komunikasi Bakamla RI dengan pihak Malaysia.
Pasalnya, 14 hari menjadi tawanan militer asing bukanlah waktu yang singkat, apalagi di momen menyambut hari raya Idulfitri.
"Makanya pas kita jemput di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, mereka sangat bahagia, bahkan meneteskan air mata. Akhirnya akan segera bertemu keluarga," kata Yuhanes menceritakan penjemputan 8 nelayan oleh kapal Bakamla.
Para nelayan ini sangat berterima kasih bisa dibebaskan dari tawanan militer dan dapat merasakan momen perayaan Idul Fitri bersama keluarga.
Mereka dijemput Kapal KN Dana-323 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia, Selasa (11/5/2021).
Delapan nelayan itu tiba di Batam Selasa siang dan langsung dilakukan pemeriksaan Swab/PCR, sebelum akhirnya dipulangkan ke Tanjung Balai Karimun.
Peristiwa penangkapan 8 orang nelayan ini bermula saat mereka menjarah ikan di perairan Indonesia. Mereka tak sadar arus membawa kapal mereka hingga ke perairan Malaysia.
Alhasil delapan nelayan itu ditangkap oleh Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM).
Bakamla RI Jemput Nelayan Indonesia di Perairan Malaysia
Sebelumnya diberitakan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada Selasa (11/5/2021) menjemput delapan nelayan Indonesia beserta kapalnya di perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia.
Penjemputan delapan nelayan tersebut menggunakan KN Dana-323.
Delapan nelayan Indonesia tersebut sebelumnya ditangkap Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) saat mencari ikan masuk perairan Malaysia.
Mereka di antaranya Muhammad Daud, Erizal, Endi, Arifin, Acuk Rasyid, Junaidi, Irwanto dan Nafrizal.
Kasus serupa sebelumnya juga ditangani Bakamla RI pada minggu ketiga April 2021.
Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo mengatakan bahwa dengan mengedepankan kerja sama dan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia dan koordinasi yang baik antara Bakamla RI dan APMM.
Dari sana disepakati bahwa kapal ikan dengan nama lambung KM Pesona Mandiri 3 beserta 8 ABK dapat dibebaskan dari segala tuntutan.
Wahyu mengatakan proses penjemputan dimulai pukul 12.00 WIB, saat KN Pulau Dana-323 yang dipimpin Letkol Bakamla Hananto Widhi bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar menuju titik Rendezvous (RV) pukul 01.00 waktu setempat di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia pada koordinat 1° 17,63’N – 104° 7,5’E.
Tepat Pukul 13.45 waktu setempat, KN Pulau Dana-323 tiba di titik temu di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah Selatan Tanjung Setapa Malaysia.
Tidak menunggu lama, kapal Maritim Malaysia Petir-1211 tiba dan proses serah terima langsung dilaksanakan di atas KN Pulau Dana-323.
Dengan prosesi penandatangan berkas serah terima nelayan yang ditandatangani oleh Pengarah Zon Maritim Kepten (M) Mohd Sulhan B Zainon dan Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo disaksikan oleh perwakilan dari PSDKP Batam Zulfirman dan Robiyatno.
Perwakilan Imigrasi Batam Dani Wiharya, perwakilan dari Dinas Perikanan Batam Teguh MS dan Witono.
Baca juga: Kapal Bakamla RI Jemput Nelayan Batam di Perbatasan Malaysia, Tangis Keluarga Pecah
Baca juga: FOTO Detik-detik Bakamla Pepet Kapal Ikan Asing Vietnam di Laut Natuna, Lari Ditembak Peringatan
"Besar harapan kedepan kerja sama Bakamla RI dan APMM menjadi lebih erat," ujarnya.
Sementara itu Pengarah Zon Maritim Kepten (M) Mohd Sulhan mengatakan, ini bukan kali pertama paling tidak kita punya kerja sama yang sudah terjalin lama, sering ada permasalahan di perbatasan dapat saling toleransi.
Para nelayan yang ditangkap oleh Navy Malaysia dan diserahkan kepada APMM Sulhan mengatakan, pihaknya memberikan upaya yang terbaik untuk pembebasan nelayan tersebut sehingga hari ini dapat di serahkan kepada Bakamla.
"Pengarah Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Laksma Nurul Hizam bin Zakaria menyampaikan titip salam hormat kepada Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma Bakamla Hadi Pranoto," ujar Sulhan.
Delapan nelayan tersebut langsung menjalankan Rapid Tes Swab Antigen Covid-19,guna memastikan kondisi mereka sehat sebelum masuk Indonesia.
(Tribunbatam.id/bereslumbantobing/Alamudin)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12058-nelayan-karimun.jpg)