842 Pekerja China di Bintan Pulang Kampung, Sisa 1.246 TKA China di KEK Galang Batang
Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) pulang ke negaranya dan tersisa 1.246 orang yang bekerja
TRIBUNBATAM.id - Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) China yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) pulang ke negaranya.
Mereka yang diklaim datang ke Bintan, Kepri sebagai tenaga ahli dalam rangka pembangunan PLTU dan "smelter" (pabrik pengelolaan bahan tambang).
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Bintan Indra Hidayat menjelaskan, masih ada 1.246 orang TKA China bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang dikelola PT BAI.
Sisa ribuan TKA tersebut rencananya akan dipulang ke Tiongkok setelah selesai bekerja di perusahaan tersebut.
"Jumlah TKA asal China yang sudah kembali ke negaranya berjumlah 842 orang.
Baca juga: Mudik Dilarang tapi 110 TKA CHINA Carter Pesawat Masuk Indonesia di Hari Pertama Lebaran?
Mereka bekerja berdasarkan kontrak kerja, dalam waktu terbatas dan sesuai izin yang diberikan pemerintah.
Mereka (sisa ribuan pekerja) akan kembali ke China setelah menyelesaikan kewajibannya," tegasnya, Jumat (21/5/2021).
Dilansir dari situs resmi kepriprov.go.id, Senin (24/5/2021), Indra menjelaskan TKA yang merupakan tenaga ahli dipastikan kembali ke negaranya, kecuali PT BAI meningkatkan kapasitas 'smelter' sehingga membutuhkan daya listrik yang tinggi.
"PT BAI ada rencana meningkatkan kapasitas smelter sehingga akan membangun PLTU dengan kapasitas yang besar.
Tentu dalam proses pembangunan PLTU itu membutuhkan tenaga ahli," ucapnya.
Baca juga: TKA China Berduyun-duyun ke PT BAI Bintan, Benarkah Tak Prioritaskan Pekerja Lokal?
Sebelumnya, Direktur Utama PT BAI, Santoni mengatakan perusahaan yang dipimpinnya menargetkan ekspor perdana alumina ke Malaysia pada pertengahan tahun 2021.
"Kami mulai ekspor alumina pada Juni atau Juli 2021.
Ekspor perdana ke Malaysia," kata Santoni.
Ia mengatakan, PT BAI mulai membeli batu bauksit untuk diolah menjadi alumina pada Maret 2021.
Perusahaan itu tidak hanya melirik bauksit lokal seperti dari Pulau Bintan, Lingga dan Karimun, melainkan juga wilayah lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tka-china-masuk-bintan-sabtu-5-september-2020.jpg)