Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Rencana Urus Dokumen Wajib Surat Vaksin Corona Diprotes Warga, 'Jangan Dipersulit'

Warga Tanjungpinang dihebohkan dengan wacana Pemko Tanjungpinang mewajibkan membawa surat keterangan vaksinasi covid-19 dalam mengurus dokumen.

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Ketua RT 007, RW 001, Kelurahan Bukit Cermin, Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Suparno, Minggu (6/6/2021). Pihaknya keberatan terkait wacana Pemko Tanjungpinang mewajibkan urus dokumen wajib membawa surat keterangan vaksinasi corona. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Rencana Pemko Tanjungpinang untuk mewajibkan warganya membawa surat keterangan vaksin Covid-19 dalam mengurus dokumen dikeluhkan warga.

Suparno salahsatunya. Ketua RT 007/RW 001 Kelurahan Bukit Cermin, Kota Tanjungpinang mengaku keberatan apabila nantinya wacana tersebut direalisasikan.

"Saya sendiri saja agak sedikit keberatan.

Sebab regulasi ini akan menyulitkan warga. Penanganan Covid saja belum optimal masih banyak kita jumpai kekurangan di sana-sini," keluhnya saat ditemui TribunBatam.id di kediamannya, Minggu (6/6/2021).

Tidak hanya itu, menurutnya wacana tersebut perlu untuk ditinjau ulang kembali oleh Wali kota Tanjungpinang.

Sejumlah warga lanjut usia (Lansia) dengan usia 60 tahun keatas saat mendaftar vaksinasi corona di Tanjungpinang dosis pertama di Pujasera, Pasar Bintan Centre, Kota Tanjungpinang, Senin, (19/4/2021).
Sejumlah warga lanjut usia (Lansia) dengan usia 60 tahun keatas saat mendaftar vaksinasi corona di Tanjungpinang dosis pertama di Pujasera, Pasar Bintan Centre, Kota Tanjungpinang, Senin, (19/4/2021). (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Sebagai Ketua RT bersama perangkat kelurahan lainnya telah optimal meminta masyarakat untuk mau divaksin Covid-19.

"Saya pribadi selaku warga Kota Tanjungpinang dan selaku ketua RT.

Meminta Wali Kota untuk meninjau ulanglah wacana tersebut, karena itu akan mempersulit warga.

Kemarin ada tahapan mulai dari lansia, dari umum dan kami door too door dari RT untuk menghimbau dan mengajak masyarakat," sebutnya.

Ia menilai, alangkah lebih tepatnya penyuluhan tentang Vaksin Covid-19 kepada masyarakat, dilaksanakan lansung oleh Dinas Kesehatan melalui tenaga kesehatan seperti dokter.

Namun yang terjadi, lanjut Suparno, tidak semua kelompok lansia, masyarakat umum atau pelayan publik dapat menerima penyuntikan Vaksin Covid-19 karena adanya alasan tertentu seperti kesehatan dan lain sebagainya.

"Lebih idealnya seperti itu, jadi dokter bisa menjelaskan vaksin itu seperti apa dan bagaimana dampaknya buat kesehatan.

Baca juga: Covid-19 Natuna Kembali Makan Korban, Satu Pasien Meninggal di Ruang Isolasi

Baca juga: 85 Kasus Covid-19 Tanjungpinang Meninggal Dunia, 418 Kasus Aktif Corona

Dari lansia saja di wilayah kita katakanlah dari jumlah 40 orang, paling-paling yang bisa divaksin hanya 3 atau 4 orang.

Itu pun karena berbagai alasan ya selain itu juga mungkin ada kekhawatiran, pemberitaan selama ini kan habis Covid ada yang begini begitu," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved