Breaking News:

CERITA UNIK

Cerita Unik Jenderal Endriartono Sutarto, Pergantian KSAD Hanya Berusia Satu Jam di Era Gus Dur

Jenderal Purn Endriartono Sutarto punya pengalaman unik ketika menjadi Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) di masa pemerintahan Gus Dur

TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto (tengah) memberikan keterangan pada wartawan usai bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/2/2015). Endriartono menemui pimpinan KPK terkait teror yang dialami para penyidik KPK. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNBATAM.id - Jenderal Purn Endriartono Sutarto punya cerita unik ketika menjadi Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) di masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur).

Menjelang Sidang Istimewa MPR untuk memakzulkan ( impeachment) Gus Dur, 23 Juli 2001, suasana politik di tanah air memanas.

Untuk melawan rencana impeachment, Gus Dur mengeluarkan Dekrit (Maklumat) Presiden berisi pembubaran MPR-DPR, mempercepat penyelenggaran pemilu dalam waktu satu tahun, dan pembekuan Partai Golkar.

Dekrit itu tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga tidak bisa diekseskusi.

Sebelum mengeluarkan dekrit pada 23 Juli 2001, Gus Dur banyak mendapat masukan dari berbagai pihak, termasuk TNI AD agar tidak melakukan langkah politik tersebut.

Endriartono Sutarto, sebagai KSAD, sempat mengeluarkan pernyataan kepada publik, TNI tidak berada di belakang Presiden terkait rencananya mengeluarkan dekrit.

Gus Dur
Gus Dur (Kompas.com)

Mungkin terkait pernyataan itu Gus Dur kemudian memanggil Endiartono ke Istana.

“Pak Tarto, saya didatangi para purnawirawan dan para kiai. Kata mereka, kalau negara ini mau aman, saya harus mengganti Pak Tarto,” ujar Gus Dur saat itu.

Spontan Endriartono menjawab, “Gus, saya berterima kasih Anda sudah mempercayai saya sebagai KSAD. Tapi itu adalah kehandak Allah. Kalau Anda memberhentikan saya dari jabatan KSAD, saya juga punya keyakinan yang tinggi bahwa itu juga merupakan kehendak Allah. Jadi, Gus Dur silakan dilaksanakan.”

Reaksi Gus Dur terhadap jawaban Endriartono, “Pak Tarto, ini semua bukan kehendak saya.”

Baca juga: Prajurit Kopassus Sintong Panjaitan Menaklukkan Warga Lembah X Pegunungan Jaya Wijaya Papua

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved