Breaking News:

PENANGANAN COVID

Keluhan Pekerja Industri Usai Divaksin Covid-19, HKI Kepri: Itu Kewenangan Perusahaan

Vaksinasi corona di Batam dikeluhkan sejumlah pekerja industri. Perusahaan meminta mereka bekerja meski mengalami dampak setelah divaksin.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
VAKSINASI CORONA DI BATAM - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk karyawan PT Rubycon Indonesia, Sabtu (19/6). Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri mengatakan, kewenangan perusahaan untuk memberi libur pekerjanya atau tidak setelah mendapat vaksin corona. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri/ HKI Provinsi Kepri, Tjaw Hioeng berkomentar mengenai sikap manajemen perusahaan kepada pekerja sesudah mendapat vaksin covid-19.

Pria yang akrab disapa Ayung itu menambahkan, kebijakan memberi libur atau meminta pekerja masuk setelah mengikuti Vaksinasi Corona di Batam merupakan kewenangan perusahaan.

Sejumlah pekerja di kawasan industri Mukakuning, Kota Batam sebelumnya mengeluhkan sikap manajemen perusahaan tempat mereka bekerja.

Mereka diminta untuk tetap bekerja meski kondisi tubuh mereka merasakan demam usai mendapat vaksin covid-19.

"Tergantung kebijakan perusahaan masing-masing.

VAKSINASI CORONA DI BATAM - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk karyawan PT Rubycon Indonesia, Sabtu (19/6). Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri mengatakan, kewenangan perusahaan untuk memberi libur pekerjanya atau tidak setelah mendapat vaksin corona.
VAKSINASI CORONA DI BATAM - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk karyawan PT Rubycon Indonesia, Sabtu (19/6). Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri mengatakan, kewenangan perusahaan untuk memberi libur pekerjanya atau tidak setelah mendapat vaksin corona. (TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Saat ini, ada perusahaan yang memang sedang padat produksi," ujar Ayung saat dihubungi TribunBatam.id, Senin (21/6/2021).

Padatnya aktivitas produksi itu, lanjut Ayung, dipengaruhi beberapa hal.

Seperti, lockdownnya Negara Malaysia dan Kamboja. Belum lagi permasalahan di Negara Myanmar ikut mempengaruhi.

"Kadang schedule kerja disusun seminggu sebelum jadwal vaksin. Permasalahan utamanya ada di kebutuhan customer di luar negeri.

Tak bisa dihindari," ujarnya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved