Breaking News
Minggu, 19 April 2026

BATAM TERKINI

Capaian PAD Batam Baru 27 Persen, Wawako Minta Dinas Penghasil Kerja Keras

Wawako Batam Amsakar Achmad menyebut dari target PAD Batam Rp 1,4 triliun baru terealisasi Rp 400 miliar atau masih 27 persen.

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Capaian PAD Batam Baru 27 Persen, Wawako Minta Dinas Penghasil Kerja Keras. Foto Wakil Wali Kota Batam atau Wawako Batam, Amsakar Achmad, beberapa waktu lalu 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta dinas penghasil bekerja kerja agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dicapai secara maksimal.

Amsakar mengatakan, dari laporan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, PAD Batam diperkirakan akan defisit mencapai Rp 400 miliar. Namun angkanya berubah ke arah yang positif di rapat terakhir, yakni turun menjadi Rp 200 miliar.

"Saya dapat laporan begitu. Pak Azmansyah menyampaikan Alhamdulillah Pak Wakil masih ada potensi-potensi peningkatan sumber PAD, sehingga setelah dilakukan penghitungan perkiraan defisit yang awalnya mencapai Rp 400 miliar turun menjadi Rp 200 miliar," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Kamis (24/6/2021).

Amsakar melanjutkan, melihat waktu masih ada beberapa bulan jelang Desember, ia yakin dinas penghasil akan mengupayakan agar target yang sudah diberikan bisa mencapai hasil yang maksimal. Meskipun saat ini dibenturkan dengan situasi yang masih pandemi.

"Masih ada kesempatan. Harapan saya tentu BP2Rd melakukan berbagai hal agar hasil ini bisa terus membaik," katanya.

Baca juga: Pencapaian PAD Kota Batam Masih di Bawah 20 Persen

Lebih lanjut, Amsakar mengatakan, pemanfaatan teknologi dan upaya jemput bola kepada wajib pajak harus dilakukan agar target ini bisa tercapai. Apabila tidak memenuhi, setidaknya mendekati.

"Makanya butuh usaha ekstra hingga akhir tahun nanti," katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memaksimalkan PAD menjelang akhir tahun mendatang. Hal ini dilakukan guna menekan defisit yang nilainya mencapai ratusan miliar.

Upaya memaksimalkan PAD ini dilakukan melalui sumber penghasil seperti pajak, retribusi, dan sumber dana-dana lainnya.

Ia menyebutkan saat ini capaian PAD Batam Rp 1,4 triliun dan baru tercapai Rp 400 miliar atau masih 27 persen. Untuk itu, semua dinas dan sektor penghasil akan diminta bekerja lebih keras, agar di akhir tahun nanti ada hasil yang cukup baik dari PAD ini.

Amsakar mengakui, saat ini sektor UMKM menjadi penopang perekonomian di Batam. Untuk itu, pihaknya berupaya agar sektor ini bisa bertahan. Seperti memanfaatkan bantuan dari pusat untuk UMKM dari pemerintah.

Pihaknya tetap mendorong minat belanja masyarakat agar sektor ini bisa bertahan. Tidak saja itu, peningkatan belanja juga didorong di lingkungan Pemko Batam. Percepatan pengerjaan proyek fisik maupun lainnya dimintai digesa, agar serapan anggaran bisa maksimal.

"Saya minta kepada dinas koperasi dan usaha kecil mikro agar membantu masyarakat agar bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan bantuan ini. Semakin banyak yang dapat bantuan tentu akan semakin baik," sebutnya.

Ia juga berharap pihak perbankan bisa memberikan kemudahan untuk pelaku usaha dalam mengembangkan usaha mereka. Saat ini akibat dampak Covid-19, ribuan pelaku usaha menutup usaha mereka. "Saya berharap yang bertahan saat ini bisa berjuang sampai akhir, dan tentunya dengan dukungan perbankan sebagai sumber pendanaan,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk memperluas jaringan penjualan, agar bisa meningkatkan hasil penjualan. Saat ini banyak media digital yang bisa mendongkrak penjualan produk.

"Jadi tidak lagi konvensional dan pembelinya itu-itu saja. Sekarang pembeli dari luar daerah pun bisa didapatkan dengan pemanfaatan teknologi. Sudah seharusnya semua go digital apalagi di tengah pandemi ini," katanya..

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita lainnya tentang BATAM

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved