Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Limbah Medis Covid-19 di Anambas Tembus 394.3 Kilogram Hingga Juni 2021

Jumlah limbah covid-19 Anambas pada 2021 ini cenderung meningkat dibanding tahun lalu dengan 209 kilogram.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Rahma Tika
LIMBAH MEDIS COVID-19 - Mesin insenerator pengolah limbah medis berada di UPT Puskesmas Tarempa, Batu Tambun, Desa Rintis, Kecamatan Siantan, Anambas. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 394,3 kilogram limbah medis covid-19 tercatat hingga Juni 2021.

Jumlah ini cenderung meningkat dibanding tahun lalu dengan 209 kilogram.

Limbah medis covid-19 ini merupakan kirim dari RSUD Tarempa.

Pengolahan limbah medis sendiri dikelola oleh UPT Puskesmas Tarempa, karena alat pembakar limbah berupa insenerator ini berada di UPT Puskesmas Tarempa.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala UPT Puskesmas Tarempa, Januardi yang mengatakan sampah medis dari RSUD Tarempa setiap minggu akan dibawa ke Puskesmas Tarempa untuk diolah.

VAKSINASI CORONA DI ANAMBAS - Masyarakat Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, Kepri saat menerima vaksin di RSUD Tarempa, Senin (24/5/2021).
VAKSINASI CORONA DI ANAMBAS - Masyarakat Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, Kepri saat menerima vaksin di RSUD Tarempa, Senin (24/5/2021). (TribunBatam.id/Rahma Tika)

"Iya benar RSUD Tarempa limbah medis nya diolah di sini, kalau kita dari puskesmas sendiri juga ada ya, per bulan paling 70 kilogram, kadang-kadang tidak sampai," ujar Kepala Puskemas Tarempa, Januardi, Minggu (27/6/2021).

Januardi mengatakan jika proses pengolahan limbah medis sendiri dilakukan setiap hari, dengan cara dibakar di dalam mesin penghancur.

Dimana menggunakan metode pembakaran yang sistem pembakarannya terkontrol dan terisolir terhadap lingkungan sekitar.

"Sampahnya kan banyak, dari RSUD juga ada, kemarin sempat rusak mesinnya, dan sudah diperbaiki oleh Dinkes, sekarang susah berfungsi lagi," jelasnya.

Diketahui bahwa sebelumnya alat pembakar limbah medis ini berada di posisi letak yang rendah, akibatnya pihak UPT Puskesmas Tarempa tidak berani membakar limbah medis setiap hari.

Setelah dinaikkan menjadi 16 meter, pihaknya mengaku baru bisa membakar setiap hari.

Selama pandemi Covid-19, yang paling banyak ditemui saat pembakaran limbah medis yaitu alat pelindung diri berupa hazmat.

Baca juga: Limbah Medis Tak Dikelola Dengan Baik,Ombudsman Kepri Beri Rekom ke Rumah Sakit dan Pemerintah

Baca juga: Vaksinasi Corona di Karimun - Batman dan Superman Ikut Divaksin Jadi Perhatian Warga

"Obat-obat dan suntikan juga ada, tapi tidak banyak, masker juga ada," terangnya.

Sementara itu petugas yang melakukan pembakaran limbah medis, Fajar mengatakan proses pembakaran hanya bisa dilakukan satu kali dalam satu hari

"Dalam satu hari itu cuma 1 kali, besok baru lanjut lagi, kapasitas yang bisa ditampung mesin ini terbatas hanya 10 kilogram dalam waktu 3-4 jam," jelas Fajar.

Jam Malam Mulai Longgar

Bupati Anambas Abdul Haris mengeluarkan surat edaran tentang pemberlakuan jam malam dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kepulauan Anambas.

Hal ini merujuk pada masih adanya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian penunjukan trend positif penurunan angka terkonfirmasi aktif yang signifikan dalam satu bulan terakhir.

"Maka perlu kita lakukan upaya pencegahan yang ekstra untuk menghentikan penularan covid-19, dengan tidak mengesampingkan aspek perekonomian masyarakat," ucap Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, Minggu (27/6/2021).

Angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini hanya tersisa belasan pasien saja. Pemerintah Daerah dalam hal ini kembali melonggarkan pemberlakuan jam malam.

Sebelumnya pemberlakuan jam malam dimulai pada pukul 20.00 WIB sampai 04.00 WIB dini hari.

Namun, kini jam malam menjadi pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB dini hari.

"Pemberlakuan jam malam ini sudah kita mulai sampai dengan waktu yang akan ditentukan nanti, tergantung bagaimana evaluasi kedepannya," jelas Haris.

Foto kegiatan operasi yustisi Polres dan Satpol PP di Anambas menyasar pengendara bermotor yang tidak menggunakan masker, Selasa (8/6/2021)
Foto kegiatan operasi yustisi Polres dan Satpol PP di Anambas menyasar pengendara bermotor yang tidak menggunakan masker, Selasa (8/6/2021) (tribunbatam.id/istimewa)

Haris menegaskan kepada masyarakat Kepulauan Anambas, selama pemberlakuan jam malam ini, warga dilarang melaksanakan aktivitas di luar rumah.

Dikecualikan bagi tenaga medis, apotek dan fasilitas kesehatan, karyawan yang berangkat atau pulang kerja, aktivitas masyarakat yang berobat, dan hal yang mendesak.

Lanjutnya, selama pemberlakuan jam malam ini petugas pengawasan akan dilakukan oleh TNI Polri,dan Satpol PP.

Hasil pantauan Tribun Batam, sejumlah tempat makan di Kecamatan Siantan sudah ada yang kembali membuka aktivitas makan ditempat dengan pembatasan jumlah pengunjung dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seperti yang diimbau oleh Pemerintah Daerah, namun demikian masih ada beberapa tempat makan yang belum berani membuka usahanya, dan lebih memilih untuk pemesanan saja.(TribunBatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved