Breaking News:

Hidup di Batam Sulit Kian Dipersulit Saat Ini: Saya Tak Bisa Kerja Sejak Virus Corona Ada

Rakyat yang susah diperparah dengan aturan pemerintah menghalau Covid-19 dengan menerapkan PPKM Darurat yang kini telah ganti nama jadi PPKM Level 4

Editor: Irfan Azmi Silalahi
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Warga Batam Jamal (45) saat berada di Jl Teuku Umar Nagoya, Batam, Kamis (21/7/2021). 

TRIBUNBATAM.id - Muncul pertama kali di Indonesia medio Maret 2020, virus corona atau Covid-19 belum sirna.

Perlahan-lahan virus yang disebut-sebut bermula dari Wuhan, salah satu kota di China menyebar ke seluruh kota.

Corona dengan cepat menyebar dan menjangkiti banyak manusia hingga dilarikan ke rumah sakit, atau yang paling menyakitkan adalah meninggal dunia.

Jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota Jakarta, Pulau Batam di Kepulauan Riau (Kepri) ikut tersergap virus corona.

Dampaknya sangat terasa bahkan sampai sekarang, di mana pemerintah telah berganti-ganti nama dalam program penanganan corona.

Nyatanya corona belum sirna dan rakyat di kota yang katanya maju dengan industrinya sebagian masih merana.

Seperti yang dialami Jamal (45) yang hidup sulit di Batam, hidupnya makin sulit selama adanya virus corona.

Warga Batam Jamal (45) saat berada di Jl Teuku Umar Nagoya, Batam, Kamis (21/7/2021).
Warga Batam Jamal (45) saat berada di Jl Teuku Umar Nagoya, Batam, Kamis (21/7/2021). (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Berbincang dengan Tribun Batam, ia mengatakan sudah tak berkomunikasi lagi dengan mantan istri dan anak perempuan semata wayangnya yang kini berumur 17 tahun.

Di Batam, ia hidup sebatang kara dan kesehariannya hanya duduk di Jalan Teuku Umar, tak jauh dari Nagoya Hill.

Pakaian Jamal terlihat kusam mengenakan baju dan celana yang kotor karena jarang dicuci.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved