Breaking News:

HUMAN INTEREST

Curhat Pedagang Otak-Otak di Pelabuhan Bintan saat Pandemi, Rika Belum Rasakan Bantuan

Kondisi pandemi covid-19 membuat pedagang otak-otak di Pelabuhan Bintan menunggak bayar sewa lapak hingga 5 bulan.

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Pedagang otak-otak di kawasan Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban Bintan, Rika sedang melayani pembeli, Jumat (23/7/2021). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Rika begitu sabar menanti penumpang yang keluar maupun yang masuk Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban.

Sesekali warga Kampung Jeruk Tanjunguban ini menawarkan otak-tak yang ia jual kepada warga yang melintas.

Kondisi pelabuhan begitu sepi, tak banyak orang yang melintas.

Ini jauh berbeda sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Kepri.

Belum lagi dengan kebijakan PPKM yang ia tahu mengguncang periuk nasinya.

Pedagang otak-otak di kawasan Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban Bintan, Rika sedang melayani pembeli, Jumat (23/7/2021).
Pedagang otak-otak di kawasan Pelabuhan Roro ASDP Tanjunguban Bintan, Rika sedang melayani pembeli, Jumat (23/7/2021). (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Sudah lima tahun Rika menggantungkan hidup dari berjualan otak-otak di kawasan pelabuhan.

Uang sewa lapaknya pun kini menunggak hingga lima bulan lamanya.

Untungnya, pihak otoritas pelabuhan memberi keringanan kepadanya.

Maklum saja, sejak covid-19 di Bintan belum lagi kisah PPKM, penjualan otak-otaknya turun drastis.

Jika sebelum pandemi, Rika mampu menjual hingga 300 pcs otak-otak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved