Breaking News:

CORONA KEPRI

Pedagang Pasar Ranai Keluhkan Omzet, Pemkab Natuna Evaluasi PPKM Level 3

PPKM di Natuna dikeluhkan sejumlah pedagang Pasar Ranai. Pemkab Natuna pun bakal mengevaluasi kondisi PPKM di kabuoaten terdepan itu.

Penulis: Kontributor Natuna | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Kontributor Natuna/Wina
Kondisi Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Selasa (10/8/2021). Sejumlah pedagang mengeluhkan PPKM yang berlangsung selama hampir dua bulan lamanya. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang berlangsung hampir dua bulan berimbas ke perekonomian Natuna.

Salah satunya di Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

PPKM Natuna membuat omzet pedagang terjun payung.

Aktivitas di sana begitu sepi. Seorang pedagang sayur di Pasar Ranai, Adi Gunarso mengaku pendapatannya turun hingga 40 persen dibanding sebelum PPKM.

"Pokoknya sepi, sapai kadang hanya cukup untuk balik modal saja," ujar Adi, Selasa (10/8/2021).

Hal senada juga disampaikan pedagang ayam potong, Tata.

Kondisi Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Selasa (10/8/2021). Sejumlah pedagang mengeluhkan PPKM yang berlangsung selama hampir dua bulan lamanya.
Kondisi Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Selasa (10/8/2021). Sejumlah pedagang mengeluhkan PPKM yang berlangsung selama hampir dua bulan lamanya. (TribunBatam.id/Kontributor Natuna/Wina)

Ia mengatakan bahwa pendapatannya setelah penerapan PPKM turun hingga 50 persen.

"Jauh turunnya. Sekarang bener-bener sepi.

Kalau seperti ini terus, bisa-bisa gak jualan lagi," kata Tata.

Baik Adi maupun Tata penarapan PPKM imbasnya cukup terasa pada masyarakat kecil yang penghasilannya bergantung pada pendapatan sehari- hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved