Selasa, 9 Juni 2026

BERITA CHINA

Mengapa China Begitu Perkasa, Berapa Jumlah BUMN di Sana?

BUMN China berada di bawah State-owned Assets Supervision and Administration Commission of the State Council (SASAC) semacam Kementerian BUMN di RI

Tayang:
kompas.com
Ilustrasi dua kekuatan dunia, China dan Amerika Serikat. Mengapa China Begitu Perkasa, Berapa Jumlah BUMN di Sana? 

Bisnis BUMN China sendiri begitu menggurita, baik di dalam maupun luar negeri.

Banyak dari BUMN China mendominasi daftar di 100 perusahaan terbesar di dunia, baik dari sisi aset maupun pendapatan.

Masih menurut laman SASAC, total pendapatan BUMN China sepanjang tahun 2017 lalu yakni mencapai 52,2 triliun yuan atau setara dengan 7,91 triliun dollar AS.

Baca juga: Tipu-tipu Media Pemerintah China? Pakai Ilmuwan Fiktif Lawan Teori Kebocoran Laboratorium Wuhan

Dikutip dari CGTN News, sejak berdirinya Republik Rakyat China (RRC) ekonomi di negara itu sangat bergantung peran BUMN.

Hampir seluruh sendiri ekonomi dikendalikan pemerintah.

Tidak ada yang berubah sampai tahun 1978 atau ketika China mulai membuka diri dan mereformasi ekonominya dengan gaya lebih kapitalis.

Pada saat itu, China menerapkan karakteristik pasar ke dalam sistem ekonominya, menyebutnya sebagai ekonomi pasar sosialis.

Sejak itu, BUMN China mulai berkembang sangat pesat.

Selain itu, semakin banyak orang China yang menciptakan bisnis mereka sendiri dan mendirikan perusahaan swasta.

Saat itu, beberapa ekonom menyarankan pemerintah China melakukan privatisasi BUMN.

Dikutip dari Kompas.com, dengan alasan pengendalikan ekonomi, pemerintah China memutuskan tetap mempertahankan dominasi BUMN.

Pada akhir tahun 90-an, China mulai mengurangi jumlah BUMN, namun tetap mempertahankan kendali atas perusahaan negara yang lebih besar.

Beberapa BUMN yang lebih kecil direstrukturisasi.

Selain itu, banyak pembangunan di seluruh China yang tidak mungkin dikelola oleh swasta, terutama terkait infrastruktur publik di beberapa daerah terpencil.

Salah satu mega proyek yang telah diselesaikan BUMN itu adalah jalan tol China.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved