Sabtu, 25 April 2026

CORONA KEPRI

Bapelkes RI di Batam Belum Terima Pasien Covid-19 Sejak Januari 2021

Kepala Bapelkes RI di Batam Asep Zaenal Mustofa mengungkap kosongnya pasien covid-19 di gedung yang ia pimpin itu. Ada apa sebenarnya?

TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
PENANGANAN COVID - Gedung Bapelkes RI di Kota Batam, Provinsi Kepri. Bapelkes belum menerima pasien covid-19 sejak Januari 2021 lalu. 

Vaksin Covid-19 jenis Moderna mulai disuntikkan ke warga Batam.

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam sebagai pihak ketiga menyelenggarakan vaksin Moderna pertama kalinya di Kepulauan Riau.

Sekretaris PSMTI Batam, Delvina Piododa mengaku pihaknya mendapat jatah sebanyak 429 vial dari Pemerintah Provinsi/ Pemprov Kepri.

Dengan jatah tersebut, pihak PSMTI Batam juga mengakui bahwa dalam pemberian dosis pertama ini, menargetkan 6.006 Warga Batam.

"Tapi realisasinya hari ini kita akan berikan vaksin bagi 5.800 orang, karena kita memang sisakan jatah khusus bagi ibu hamil dan lansia," tutur wanita aktivis kemanusiaan ini Jumat (27/8/2021).

Diakuinya dalam pelaksanaan vaksinasi Moderna ini, pihak penyelenggara mengaku sempat mengalami kendala.

Yakni setelah adanya warga yang ketahuan sebelumnya telah mendapatkan 2 kali vaksin Sinovac tapi ingin mendapatkan vaksin Moderna di Vihara Maitreya, Batam Center.

Hal ini kemudian diketahui oleh tim relawan, yang melakukan screening sebelum menerima vaksinasi.

Baca juga: Vaksin Sputnik- V Rusia Bakal Masuk Indonesia, Tingkat Efikasi Diklaim 91,6 Persen

Baca juga: Vaksinasi Corona di Tanjungpinang, Stok Vaksin Moderna Tinggal 56 Vial

VAKSINASI CORONA DI BATAM - Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu bersama rombongan saat meninjau langsung kegiatan vaksinasi pelajar di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery, Komplek Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (21/8/2021).
VAKSINASI CORONA DI BATAM - Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu bersama rombongan saat meninjau langsung kegiatan vaksinasi pelajar di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery, Komplek Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (21/8/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

"Ketahuan setelah data kependudukan nya dimasukkan ke sistem. Ternyata dia sudah dua kali menerima vaksin Sinovac," katanya.

Warga tersebut beralasan ingin mendapatkan booster vaksin.

Sebenarnya, pemberian Moderna sebagai booster tidak dipermasalahkan.

Hanya saja, saat ini masih dilarang oleh Pemerintah Pusat sesuai Surat Edaran HK.02.01/I/ 1919 /2021 yang mengatur pemberian booster hanya dapat dilakukan bagi Tenaga Kesehatan.

"Saat ini kami sudah minta yang bersangkutan membuat surat pernyataan, dan kami minta untuk pulang," katanya.

Sebelumnya, permasalahan serupa juga sempat dihadapi oleh penyelenggara yang selalu menerima pertanyaan dari masyarakat umum mengenai vaksin Moderna sebagai booster bagi para penerima vaksin Sinovac.

"Kemarin pada saat pendaftaran online kami buka, pertanyaan serupa juga sering kami terima. Terutama dari mereka yang menerima vaksin Sinovac," terangnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved