Sabtu, 18 April 2026

BATAM TERKINI

Cara DLH Batam Dongkrak PAD, Sasar Pemasangan Barcode Retribusi Sampah di Sagulung

Selain untuk mendongkrak PAD, pemasangan barcode retribusi sampah oleh DLH Batam bertujuan untuk menekan kebocoran retribusi sampah.

|
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie memfokuskan pemasangan barcode retribusi sampah di Kecamatan Sagulung. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Lingkungan Batam targetkan pemasangan 21 ribu barcode tagihan retribusi sampah hingga akhir tahun ini.

Cara ini merupakan salah satu upaya jemput bola sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.

Pembayaran non tunai tersebut dapat memudahkan Warga Batam untuk membayar kebersihan.

Kepala DLH Batam Herman Rozie mengatakan, pemasangan barcode ini menyasar perumahan di Kecamatan Sagulung.

Selebihnya, pemasangan barcode juga menyasar kawasan permukiman di Kecamatan Batuaji dan Sei Beduk.

Diakuinya pembayaran retribusi non tunai ini sangat memberikan dampak yang positif terhadap pendapatan retribusi sampah.

"Tujuan utama pemasang barcode ini untuk menekan kebocoran retribusi sampah dan mempermudah masyarakat membayar," ucapnya saart ditemui di kantor DPRD Batam, Rabu (1/9/2021).

Barcode memang hanya diberlakukan untuk kawasan perumahan.

Teknis pemasangan dilakukan dari rumah ke rumah dengan menempelkan stiker barcode pada setiap dinding rumah.

Meskipun pelayanan pengangkutan sampah juga disokong pihak kecamatan.

"Barcode ini sasarannya memang kawasan perumahaan.

Jadi kita memang kejar target tahun ini," katanya.

Diakuinya dari tahun lalu pihaknya sudah melakukan pemasangan 60 ribu barcode tagihan.

Baca juga: DLH Batam Bakal Tindak Warga Buang Sampah Sembarang, Kini Gelar Sosialisasi Edukasi

Baca juga: DLH Batam Beri Sanksi Administrasi ke PT Pegatron soal Limbah B3

Adapun kecamatan yang sudah tuntas pemasangan yakni, Sekupang, lalu Lubukbaja, dan Batamkota.

Sementara, untuk kecamatan lainnya masih dalam pendataan.

"Kalau totalnya keseluruhan 81 ribu. Rinciannya, 60 ribu tahun sebelumnya ditambah tahun ini 21 ribu.

Untuk, kecamatan lainya seperti Nongsa, Bengkong masih dalam pendataan," tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah DLH Kota Batam, Faisal Novrico mengaku penambahan objek retribusi berupa barcode sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu.

Salah satu kecamatan yang menjadi piloct project saat itu adalah Kecamatan Sekupang.

"Tahun ini kita fokuskan di Sagulung dan kecamatan lainnya.

Karena penduduknya besar juga. Yang sudah terpasang itu Sekupang, Lubukbaja, dan Batamkota," paparnya.

Baca juga: 7 Mobil Sampah Sedang Perawatan, Banyak Sampah di Sagulung Batam tak Terangkut

Baca juga: Kabid di DLH Batam Bentak Juru Pungut Retribusi Sampah, Biasa, Tak Ada Ribut

Ia menambahkan untuk penyesuaian retribusi sampah tidak ada kenaikan.

Tarif yang diberlakukan masih tarif yang lama sesuai Perda Nomor 11 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan.

"Tidak ada kenaikan masih tarif lama.

Kami merujuk pada Perda Nomor 11, sesuai dengan tipe perumahannya, satuan tarifnya bekisar 7 ribu hingga 50 ribu," kata Faisal.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved