Sebelum Hilang Terseret Arus Drainase di Batam, Dimas Sempat 2 Kali Pulang ke Rumah
Rini, Ibunda Dimas terkenang Dimas. Sebelum kejadian Dimas hanyut terseret arus drainase di Batam, dia sempat pulang ke rumah usai salat Jumat
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Sementara itu, Kepala Polsek Lubuk Baja, AKP Budi Hartono, mengungkapkan kendala pencarian dikarenakan kondisi air keruh, serta arus yang deras.
Selain itu, pencarian dilakukan secara manual dengan penerangan yang kurang memadai.
"Ini sudah tiga kali terjadi di lokasi yang sama, di kawasan Baloi ini.
Kalau hujan, debit air memang tinggi, jadi sulit mencarinya," ujar Budi Hartono.
Baca juga: REMAJA di Batam Diperas Rp 500.000 Setelah Dinodai Seorang Pria Lalu Divideokan
Baca juga: 5 Syarat Vaksin Covid-19 Bagi Remaja Usia 12-17 Tahun, Harus Perhatikan Kondisi Ini
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, agar tidak bermain-main di sekitar bibir sungai atau saluran air, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat seperti sekarang ini.
Budi mengingatkan kepada para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak mencoba melompati saluran air yang kondisinya masih cukup dalam.
"Kami mengingatkan, para orangtua agar selalu mengawasi anaknya.
Meskipun kali ini korbannya adalah remaja, tapi potensi hanyut masih tetap ada.
Ingat, dalam cuaca yang kerap hujan seperti ini, debit air semakin meninggi," imbau Budi.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/evakuasi-jasad-dimas-remaja-hanyut-di-saluran-air-batam-1.jpg)